Cara Praktis Membuat Kolak Kacang Hijau


Halo ibuk ibuuuk! Gimana puasanya? Semoga lancar yaa... di hari-hari pertama Ramadhan ini sayangnya saya belum bisa puasa karena tamu bulanan. Ada untungnya juga sih sebenarnya, paling tidak suami jadi bisa merasakan buka dan sahur dengan masakan yang masih normal rasanya. Kalau saya juga puasa, takutnya masakan yang penuh kira-kira itu bikin orang jadi nggak nafsu makan. Nggak puasa aja dicoba sampai bersendok-sendok (hampir semangkok kali) untuk mendapatkan rasa yang pas. Haha

Eh, tapi tenang aja. Kalau resep kolak kacang ijo ini nggak perlu mengikuti selera saya. Saya cuma share bahan dan cara membuat kacang hijau yang praktis, sesuai dengan ibu-ibu jaman now yang cuma punya waktu sebentar untuk masak. Nggak perlu marut kelapa, nggak perlu rendam kacang hijau semalaman juga, tapi kalau mau direndam juga nggak apa-apa sih. Kalau saya nggak mau ribet soalnya.

yuk langsung aja disimak!

Bahan:

250 gr kacang hijau (biasanya kalau beli di toko sudah bungkusan 1/4 kg atau 250gr, jadi nggak perlu nimbang lagi)
1 bungkus santan kara (kalau mau 2 bungkus juga silahkan, sesuai selera saja)
1,5 liter air (atau kira-kira saja, sesuaikan dengan keinginan)
1 sdt garam
2 lembar daun pandan (bila tidak ada daun pandan bisa diganti dengan 1 sdt fanili, bila tidak ada juga nggak usah pakai juga nggak apa-apa)
1 ruas jahe digeprek
gula merah secukupnya (kalau saya pakai setengah sampai satu gula merah yang bentuknya seperti rumah teletubies)
gula pasir secukupnya (ini opsional kalau kurang manis, bisa ditambah)

Cara:

Cuci kacang hijau sampai bersih, sampai tidak ada kotoran yang mengambang. beri air sampai setinggi satu ruas jari atau lebih. Didihkan sampai air asat. Tambah air bila kacang hijau belum masak. Tanda kacang hijau masak adalah bijinya kelihatan pecah-pecah.

Setelah masak, tambahkan air sebanyak 1,5 liter, atau sesuai selera. Masukkan daun pandan dan jahe, lalu tunggu sampai air mendidih.

Masukkan gula merah dan garam, aduk hingga merata. Lalu masukkan santan Kara, aduk lagi hingga merata.

Cicipi untuk memastikan rasa. Bila kurang manis bisa ditambahkan gula pasir hingga pas rasanya. (kalau saya pakai sekitar 5 sendok makan atau lebih gula pasir)

Walaaa.... Kolak kacang hijau siap di hidangkan! Kalau ada ubi atau nangka di rumah, bisa ditambahkan agar isinya lebih beragam dan warnanya jadi cantik. 

Selamat mencoba ya ibuk ibuuuk! Semoga lancar puasanya. Amin :D

Bukit Delight Malang: Late Anniversary Celebration


Judul di postingan ini hoax banget sebenernya. Nggak ada perayaan ulang tahun pernikahan, itu hanya hoax (sambil pegang garpu).

Pertama-tama saya mengucapkan Alhamdulillah atas segala rahmat Allah Yang Maha Kuasa karena kita dapat melewati setahun pertama pernikahan yang penuh kejutan ini dengan baik. dan berdoa semoga pernikahan kami yang baru seumur jagung bisa terus harmonis sampai kakek nenek nanti. Amiiin

Mengenai hoax-hoax di atas, sebenernya suami saya janji, malam tanggal 14 April kemarin kita akan pergi ke kafe ice krim, mau ditraktir es krim katanya. Tapi ternyata sehabis maghrib kita dapet kejutan, ada saudara yang datang tanpa memberikan kabar sebelumnya dan menginap di rumah kami. Setelah itu besoknya saya harus pulang ke rumah orang tua di Bondowoso dan menginap di sana selama dua minggu. Fix, saya yakin suami saya pasti lupa akan janjinya. Yang terpenting bagi saya sih bukan perayaannya, tapi ES KRIM nyaa :(. Padahal saya sudah membayangkan makan es krim sepuasnya... hikz

Sepulang dari Bondowoso, suami saya ngajak keluar. Tapi bukan buat makan es krim. Cuma ingin pacaran aja berdua (bayi tidak dihitung). Setelah bingung dengan beberapa option tempat nongkrong, suami saya menawarkan pergi ke kafe yang tempatnya nyaman tapi harus ngantri. Karena penasaran saya setuju pergi ke sana, mungkin makanannya enak. 

Waktu di perjalanan, tiba-tiba suami saya berubah pikiran. Dia bilang, "nggak usah ke sana wes ya, males ngantri. Kita ke kafe di atasnya aja (karena tempatnya lebih tinggi)" saya setuju saja. 

Ternyata kafe yang dimaksud adalah Coklat Klasik. Coklat originalnya adalah minuman kesukaan saya. Sering beli di gerobaknya yang pinggir jalan. Nah, ini Coklat Klasik versi kafenya. Tempatnya luas, berkonsep outdoor dan ada tempat bermain anak juga. Ramai sekali di dalam, suara musik dengan suara anak-anak bermain beradu menjadi satu. Ada beberapa area yang dipisahkan oleh tangga. Nah, tangga ini yang membuat saya emoh jalan mencari tempat duduk yang nyaman. Pinggang ini sudah terasa patah gendong Aisyah. Mungkin kalau nggak lagi bawa bayi, saya mau saja nongkrong di situ. Setelah dipikir-pikir kami memutuskan untuk keluar saja, lebih baik mencari kafe yang lebih tenang dan tidak terlalu banyak naik dan turun tangga. Akhirnya kami ke tujuan semula, kafe yang berada di sebelahnya, namanya Bukit Delight


Kok kaya pernah denger ya? Ternyata saya baru inget, tempat ini sering seliweran fotonya di instagram @pehmalang. Kalau inget fotonya waktu itu bagus banget tempatnya. Dengan konsep outdoor, berada di dataran tinggi jadi bisa melihat lampu-lampu kota malang. Tempatnya yang juga penuh lampu dan instagramable banget. Sayangnya tempat-tempat yang sering saya temui di instagram itu letaknya ada di area bawah, dan masih harus ngantri pula. 


Akhirnya kita pilih area yang paling atas saja, meski nggak instagramable yang penting duduk dengan tenang dan yang paling penting lagi adalah "segera makan"!


Dari sekian banyak menu, saya pilih pancake es krim dan minumnya milk shake coklat. Suami saya pesen sayap ayam pedas dengan minumnya hot dark chocolate. Oh ya, kami juga pesan tahu kriuk. 

Yang saya suka dari tempat ini adalah suasananya yang tenang. Jadi bukan cuma anak muda yang ingin suasana romantis di sini, tapi untuk keluarga yang membawa bayi seperti kita, juga untuk mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas bersama dan perlu konsentrasi. Wew

Makananya... ini yang jarang di dapat dari kafe yang suasananya cozy. Biasanya kafe cuma mengedepankan tempat aja, makanan nomor dua. Kalau menurut saya, makanan di Bukit delight ini cukup enak. Nggak dibikin asal. Terutama pancake yang saya pesan! enak bangettt... o(*>ω<*)o 


Jadi pengen balik lagi... kalau lihat langsung tempat ini terlihat biasa aja. Tapi kalau untuk difoto jadi bagus banget. Awalnya kesan saya agak negatif, "ini yang suka ada di isntagram? Kok begini aja ya?" tapi setelah duduk dan ngobrol santai sampai hampir lupa waktu sama suami, bikin saya jadi pengen balik lagi ke tempat ini. 

Segitu aja review dari saya, semoga membantu untuk yang ingin berkunjung ke Bukit Delight Malang. ٩(●ᴗ●)۶





ASI Tidak Keluar? Jangan Panik Bun!

Sumber: www.mamalovejoy.com

Air Susu Ibu atau ASI adalah asupan terbaik untuk bayi. Mulai dari kandungan nutrisinya yang lengkap, suhu yang pas, serta jumlah yang cukup. Bila dibandingkan dengan susu formula, sudah pasti jauh lebih baik ASI. 

Seorang ibu pasti ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun ada faktor-faktor tertentu dimana ibu harus merelakan anaknya tidak bisa minum ASI. Saya sangat maklum bila ada ibu yang karena alasan medis atau hal lain yang dapat membahayakan sang ibu atau si bayi, akhirnya tidak bisa memberikan ASI untuk anaknya. Namun sangat disayangkan bagi ibu yang sehat wal'afiat dan mampu memberikan ASI, lebih memilih susu formula karena alasan tidak mau repot.

Padahal, manfaat ASI untuk anak itu banyak sekali, baik bagi tumbuh kembang fisik maupun psikologis anak. Anak yang mendapatkan ASI akan lebih tahan terhadap penyakit. Bila dari segi psikologis, proses menyapih itu adalah proses transfer kasih sayang ibu terhadap anaknya, jadi anak yang langsung mendapatkan air susu dari ibunya akan lebih memiliki ikatan batin antara ibu dan anak.

Saya adalah ibu muda yang juga ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil. Sebagai ibu baru yang belum paham akan perASIan, saat anak pertama saya lahir, saya sangat percaya diri akan mampu melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI saya akan keluar saat hari pertama kelahiran. Ternyata semua tak berjalan sesuai yang dibayangkan.

Karena alasan medis, saya harus melahirkan dengan cara Operasi Caesar. Saat  selesai operasi saya berharap masih bisa melakukan IMD. Saya ingat, waktu itu dengan lemah saya bertanya pada perawat yang membawa anak saya ke ruang pemulihan pasca operasi, "Mbak, nggak IMD mbak?" lalu dengan senyum kecut mbaknya bilang, "Nggak bisa bu, ibu masih lemah".

Duh, hancur hatiku! padahal pengen banget IMD, tapi nggak dibolehin. Setelah itu selama sehari semalam saya terpisah dari si kecil. Katanya nggak akan dibolehin ke ruangan ibunya dulu kalau ibunya belum pulih. Karena itulah,saya jadi semangat untuk cepat pulih dari operasi. 


Setelah saya membaik, si kecil diantar ke ruangan saya. Perawat menyuruh saya untuk segera menyusuinya. Untuk kedua kalinya hati saya hancur, air susu saya kok nggak keluar???

Saya lumayan panik waktu itu, karena anaknya nangis terus kehausan sedangkan air susu saya belum keluar juga. Peraturan di rumah sakit itu, bayi tidak akan dikasih susu formula atau apa pun selain ASI. Katanya bayi yang baru lahir dapat bertahan sampai 3 hari tanpa asupan. Gilee... siapa yang nggak panik coba? Hari ke dua bayi saya tambah kuning, sedangkan air susu tidak juga keluar.

Meski harus istirahat pasca operasi, tapi karena sangat khawatir dengan si kecil, saya jadi tidak bisa tidur. Ditambah orang tua yang menjaga waktu itu malah bikin panik, karena mereka juga khawatir pada keadaan bayi saya. Beruntung waktu suami datang, dia bisa menenangkan saya dan meyakinkan saya kalau air susu saya pasti keluar. Malam hari saya berusaha meyakinkan diri, sambil terus merangsang payudara dengan air hangat dan pompa. Hingga hari ke tiga, jam 3 dini hari, keluarlah rembesan air berwarna keruh. Saya tidak yakin itu ASI saking bahagianya. Sampai-sampai malam itu dengan tertatih-tatih saya berjalan ke ruang jaga bidan untuk menanyakan apa itu benar ASI atau bukan???

Alhamdulillah itu benar ASI. Rasanya sangat aneh, untuk orang yang baru pertama kali melahirkan dan belum pernah merasakan bagaimana payudara bisa mengeluarkan cairan seperti itu. Sangat berbeda dengan teori-teori yang pernah saya pelajari tentang ASI saat duduk dibangku sekolah dulu.

Mungkin saya memang kurang informasi tentang kejadian seperti ini. Ternyata, ASI tidak keluar di hari-hari awal kelahiran itu adalah hal biasa, karena hormon tubuh yang masih perlahan-lahan berubah, dari mode hamil ke mode ibu menyusui. Coba saya mengetahui itu lebih awal, saya tidakan panik dan terus optimis memberikan ASI pada si kecil.

Untuk anak pertama ini memang kecolongan. Setelah pulang dari rumah sakit, meski ASI sudah keluar, tapi tidak deras. Jadi anak saya tetap menangis kehausan. Sebenarnya saya dan suami yakin air susu saya akan keluar deras dengan segera, dan kami tidak akan memberikan susu formula. Saya sudah tanya-tanya pada teman-teman lain yang lebih berpengalaman. Mereka rata-rata air susunya deras setelah seminggu pasca melahirkan. Tapi karena orang tua saya merasa kasihan pada si kecil, akhirnya Ayah saya membelikan susu formula. Jadilah anak saya terpapar susu formula di minggu pertama kelahirannya. Mungkin sekitar 60ml. Setelah itu full ASI.

Meski begitu saya merasa ada penyesalan. Kenapa dulu ikutan panik dan mau aja anaknya dikasih susu formula? Kenapa nggak diteruskan aja menyusui tanpa panik. Hmmm.... tapi ya sudahlah, itu sudah terlanjur. Saya mengerti perasaan orang tua saya yang sangat menyayangi cucu pertamanya. Saya juga yang kurang informasi, jadi ikutan panik dan menyetujui pemberian susu formula.

Rasa bersalah saya berkurang ketika saya melihat sebuah video di youtube tentang menejemen ASI. Ada seorang ibu di luar negeri sana yang sharing pengalamannya tentang memerah ASI, dia berkata,"Buat Anda yang terlanjur memberikan susu formula pada anak anda saat seminggu pertama kelahiran, tidak apa-apa. Tidak apa-apa sama sekali, karena sufor bukanlah racun. Yang penting setelah ASI kita lancar, kita harus memberikan bayi kita ASI seluruhnya. Karena bagaimana pun kita harus berusaha, dan ASI itu tetap yang terbaik." kira-kira begitu terjemahannya.

So, untuk teman-teman yang akan menghadapi kelahiran, jangan putus asa merangsang ASI untuk keluar. Kalau di hari-hari pertama kelahiran belum keluar, dan kita menganggap ASI tidak akan keluar selamanya, maka itu salah besar. ASI pasti keluar, karena Tuhan yang Maha Kuasa telah mempersiapkan makanan terbaik untuk anak-anak kita.

Cara merangsang ASI terbaik adalah dengan membiarkan bayi menghisap payudara ibu meski air susu belum keluar. Lama kelamaan, payudara akan terangsang untuk memproduksi ASI. Jangan pernah khawatir ASI kita tidak cukup untuk si kecil, karena ia akan selalu memproduksi air susu sebanyak yang dibutuhkan bayi kita. Seberapa banyak bayi menghisap, sebanyak itulah payudara akan memproduksi air susu.

Jangan pernah ada alasan ASI tidak keluar. Kita harus berusaha! ASI akan keluar selama tidak ada gangguan medis pada tubuh kita. Semangat buat para pejuang ASI! Berikan yang terbaik untuk anak-anak kita.

Kucing yang Super Duper Nyebelin!

www.wallpaperclicker.com

Saya adalah penggemar kucing. Namun Meskipun begitu saya tidak sembarangan memelihara kucing. Kucing pertama yang saya pelihara itu berusia hingga 9 tahun, namanya si Empus. Kemudian setelah kucing itu mati, untuk beberapa waktu lamanya keluarga saya tidak mau memelihara kucing lagi saking sayangnya dengan si Empus. 

Setelah setahun atau dua tahun kami baru memelihara kucing lagi, itu pun karena dikasih orang. Kucing itu kucing biasa, kucing kampung yang warnanya hitam polos, dia diberi nama Jio. 

Menurut saya kucing itu adalah hewan yang paling menggemaskan. Kalau suami mengijinkan pasti sekarang saya sudah pelihara kucing di rumah. Sayangnya suami saya tidak suka, jadi semenjak menikah nggak main sama kucing lagi. Paling-paling kalau si Bibi kucing tetangga lepas dan nyasar ke rumah, baru ada yang saya mainin. Wkwk

Eh tapi by the way, saya itu mau cerita kucing menyebalkan. Kok adaaa yaa yang namanya kucing menyebalkan?! Yak, ini bener-bener nyata adanya. Jadi, selain si kucing tetangga, ada juga kucing lain yang suka mampir ke rumah. 

Dia mampir bukan buat main, tapi buat nyolong makanan. Dia itu kucing liar yang cuek banget nggak ada takut-takutnya sama orang. Setiap saya selesai masak, nggak berapa lama dia pasti datang dan dengan santainya masuk ke rumah. Kalau kucing liar lain lihat ada tuan rumahnya aja udah kabur, ini ENGGAK! Dia lewat aja gitu, lagaknya kaya tuan yang masuk saat pembantunya selesai masakin buat dia, jadi seakan ngomong gini sambil dia jalan tanpa noleh yang punya rumah "gue laper, mana makanan gue?! " 

Yang bikin kesel parah, dia diusir ga mau cuy! Di "gubrak-gubrak" aja terus jalan, apalagi cuma pake suara "syuh syuh", ngggak mempan banget. Di gertak pake sapu eh dia malah tiduran di lantai, ceket sama lantai nggak bisa digeser atau diapa-apain. Jadi dia kaya maksa banget gitu buat dapetin makanan. Dan wajahnya tuh songong banget gitu, kaya ngomong "Gue maunya makan, kalo gue nggak mau pergi emang loe mau apa?? " #hosh ngeselin! Emang kucing preman dia. 

Baru-baru ini dia kayanya punya rasa takut sedikit. Digubrak dia balik arah menuju pintu ke luar, nggak kaya kemaren maju terus pantang mundur. Entah mungkin ada orang yang bikin dia jera. Sebelumnya kita pake semprotan air buat ngusir, sekarang kadang-kadang digertak aja sudah pergi, kadang-kadang lho ya. 

Ini si Kucing menyebalkan waktu lewat depan rumah

Baru kali ini ketemu sama kucing yang super menyebalkan. 


Yuk, Bikin Pisang Coklat yang Super Mudah dan Enak!


Halo... kali ini saya ingin berbagi resep bikin piscok atau pisang coklat yang super duper gampang plus hasilnya uenak tenan! Nggak butuh ribet dengan tepung gula dan segala bahan yang bikin kotor, proses pembuatannya juga gak lama. Cocok banget buat yang nggak punya banyak waktu kaya saya tapi pengen nyemil.

Kemarin aja saya bikin pisang coklat ini curi-curi waktu sebelum si bayik nangis, nggak sampai setengah jam udah jadi. Oke deh nggak pake banyak ngomong lagi,  langsung cekidot!

Untuk bikin pisang coklat super mudah ini kamu cuma butuh:

Pisang (Gepok, raja, atau pisang yang untuk digoreng)
Kulit lumpia / pangsit beli langsung jadi
Meses (disarankan l'agie / ceres)
Mentega
Keju (kalau ada) 
Minyak untuk menggoreng

Cara membuatnya:

Potong-potong pisang sesuai selera. Kalau saya disesuaikan panjangnya dengan lebar kulit lumpia/ pangsit, yang sekiranya seluruh bagian pisang bisa tertutup kulit lumpia/ pangsit. 

Ambil kulit lumpia atau pangsit, taruh pisang di atasnya lalu beri meses sesuai selera (makin banyak makin lumer coklatnya) . Lalu bungkus pisang dengan kulit lumpia hingga tertutup seluruhnya, gunakan memtega untuk perekat. 

Siapkan wajan dan minyak goreng, panaskan lalu goreng dengan api kecil hingga kecoklatan


Walaa...  pisang coklat siap dihidangkan! Bisa ditambah taburan keju di atasnya. Mantep banget buat cemilan pagi atau dimakan waktu hujan bareng sama teh hangat. Hmmm


Selamat mencoba :)