Siapa Bilang Nggak Jadi PNS Nggak Terjamin Masa Tuanya?


Menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS sepertinya memang menjadi impian sebagian besar orang di Indonesia. Berdasarkan analisis saya, sepertinya kalau menjadi PNS mampu meningkatkan status sosial seseorang di masyarakat. Menjadi PNS dianggap memiliki kedudukan terpandang dan kehidupan sejahtera.

Misalnya ada yang bertanya, "Kerja di mana?", lalu jawabannya, "PNS Bu, di intansi pemerintah bla-bla bla". Jawaban seperti ini pasti akan menimbulkan pemikiran, "Wah, enak sudah diangkat PNS, masa depan cerah, gaji tetap setiap bulan, dan terjamin masa tua nya nanti". Pemikiran seperti inilah yang membuat hampir semua orang tua mengharapkan anaknya menjadi PNS, agar ia dianggap berhasil dalam membesarkan anaknya.

Berbeda jika ada yang bertanya tentang pekerjaan lalu jawabannya, "Ibu rumah tangga saja Bu, sambil nyambi dagang online". Sebagian besar orang yang mendapatkan jawaban seperti ini pasti berpikiran seperti ini, "Ealah, sekolah tinggi-tinggi cuma jadi ibu rumah tangga, sayang banget ijasahnya".

Padahal kalau dilihat dari segi gaji, bisa jadi ibu rumah tangga yang bekerja sampingan jualan online memiliki penghasilan lebih besar daripada gaji PNS. Bisa jadi juga kehidupannya lebih sejahtera daripada PNS, bebas dari hutang, bebas dari tekanan atasan atau bawahan, bekerja lebih fleksible di rumah dan tetap bisa mengurus keluarga.

Tapi kan kalau PNS masa tuanya nanti terjamin dengan adanya pensiunan dari pemerintah? Lho, siapa bilang ibu rumah tangga yang berdagang online, tukang bakso di pinggir jalan, atau pedagang-pedagang lainnya tidak bisa terjamin hari tuanya?

Semuanya bisa terjamin masa tuanya dengan dana pensiunan asal mereka bisa mengatur keuangannya dengan baik. Caranya adalah dengan menganggarkan dana pensiun setiap bulan. Bisa dengan membuat tabungan terpisah khusus pensiun, atau bila tidak mau repot mengurusi dana pensiun, bisa diserahkan pada ahlinya, yaitu Asuransi Dana Pensiun.

Perusahaan asuransi itu banyak, tapi sedikit yang bisa dipercaya. Kita harus lebih jeli dalam memilih perusaan asuransi terpercaya dan melayani dengan baik, yang mudah dijangkau dan tidak berbelit-belit atau merepotkan nasabah. Salah satu perusahan asuransi yang saya tau terpercaya adalah Sequis. Sequis adalah perusahaan asuransi yang berpengalaman lebih dari 35 tahun dan sampai saat ini telah melayani lebih dari 440.000 polis.

Costumer Service Sequis ada di 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Denpasar, Bandung dan Medan. Untuk kantor pemasarannya ada lebih dari 80 kantor dan tersebar di 29 kota di Indonesia. Dengan kantor cabang sebanyak itu tentunya akan lebih mudah diakses oleh nasabah. Selain mudah diakses, tentunya Sequis sudah terdaftar dan di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan ya...

Salah satu prduk asuransi Sequis adalah dana pensiun. Rencanakan dana pensiun bersama Sequis disesuaikan dengan gaji bulanan, umur berapa kita akan pensiun, lama pensiun dan taraf hidup yang diinginkan ketika pensiun. Dengan merencanakan, kita bisa tau berapa dana pensiun yang harus kita sisihkan per tahun atau per bulannya. Sangat memudahkan nasabah bukan?

Jadi, siapa bilang nggak jadi PNS nggak terjamin masa tuanya? Mari kita rencanakan kesejahteraan masa tua kita secara finansial dengan Sequis. Jangan sampai masa muda sejahtera, saat tua sengsara. Memang benar rejeki Allah yang mengatur, tapi manusia perlu berusaha bukan? :)





Awas Artikel Kesehatan Ngawur! Buka SehatQ.com untuk Informasi Kesehatan Keluarga yang Terpercaya


Pernah nggak sih, kalian membaca sebuah artikel kesehatan lalu melihat siapa penulisnya? Apakah penulis artikel tersebut memiliki latar belakang pendidikan kesehatan atau tidak?

Saya banyak menemukan artikel kesehatan yang penulisnya sama sekali tidak ada latar belakang di dunia kesehatan. Kebetulan saya adalah seorang sarjana kesehatan, jadi sedikit banyak saya paham mana artikel yang ngawur dengan yang dapat dipercaya.

Waktu itu saya sedang mencari informasi tentang menu MP-ASI untuk anak saya. Saya menemukan beberapa artikel di sosial media yang membahas tentang MP-ASI. Tulisan tersebut terlihat sangat meyakinkan seakan-akan ditulis oleh ahlinya, tapi ketika saya baca penulisnya bergelar sarjana ekonomi, saya langsung mempertanyakan valid atau tidaknya informasi tersebut. Ternyata benar, ketika saya mencari informasi lain yang ditulis oleh ahlinya, yaitu dokter spesialis anak, informasi yang ditulis oleh lulusan sarjana ekonomi tersebut sangatlah menyesatkan. Sungguh memprihatinkan, ketika artikel tersebut banyak dikomentari, disukai dan dibagikan oleh ribuan ibu-ibu yang tidak tau kebenaran dari informasi yang disampaikan.

Mulai dari situ saya sangat berhati-hati dalam mencari informasi kesehatan. Saya selalu cek siapa penulisnya, meski penulisnya seorang dokter pun saya tidak serta merta percaya karena terkadang pengetahuan dokter satu dengan dokter lainnya berbeda-beda. Jadi saya selalu mencari banyak referensi untuk memilih dan memilah informasi kesehatan yang tepat.

Mencari artikel seputar kesehatan bukanlah untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang sedang saya hadapi, namun sekedar memperkaya pengetahuan agar tidak panik saat suatu permasalahan kesehatan terjadi, atau segera memeriksakan ke dokter ketika terjadi gejala-gejala yang mengkhawatirkan terkait kesehatan keluarga.

Untuk itulah, kita harus bijak dalam memilih platform kesehatan. Beruntung sekarang ada SehatQ.com yang menyediakan berbagai informasi kesehatan terpercaya. Gimana Enggak? Semua artikelnya ditulis oleh orang-orang dengan latar belakang pendidikan kesehatan yang kompeten, bukan orang sembarangan yang mengaku ahli. Untuk mencari artikel yang kita butuhkan juga sangat mudah, tinggal cari sesuai katagorinya, atau langsung ketik kata kunci informasi yang kita inginkan. Misalnya, saya yang mencari artikel tentang "Picky eater", langsung ketik dan search, muncul deh artikel yang berhubungan dengan picky eater.

Sejauh ini saya puas dengan informasi yang disajikan oleh SehatQ.com. Artikel-artikelnya sangat membantu saya dalam mengenal permasalahan kesehatan yang sedang keluarga saya alami. Selain artikel yang terpercaya, SehatQ.com juga menyediakan layanan konsultasi lewat chat dengan dokter secara langsung dan gratis! Tidak hanya itu, kita juga bisa booking dokter lewat SehatQ.com, jadi terhindar dari antrian panjang yang melelahkan.

Untuk mecari rumah sakit terdekat lengkap dengan rate reviewnya juga bisa. Menurut saya ini sangat menarik loh, dengan adanya rate review, kita bisa memilih rumah sakit mana yang terbaik berdasarkan pengalaman orang-orang yang sudah pernah berkunjung ke rumah sakit tersebut. Sayangnya, daftar rumah sakit yang tersedia cuma wilayah Jakarta dan sekitarnya saja. Semoga kedepannya platform SehatQ.com bisa memperluas cakupan booking dokter dan rumah sakitnya sampai ke Jawa Timur. Soalnya kece banget sih ini... Platform seperti ini menjadi sangat dibutuhkan di jaman serba internet seperti sekarang.

Well, itu tadi cerita saya. Bisa dibilang ini adalah cerita tentang menemukan solusi menghindari artikel kesehatan yang ngawur. Sebagai netijen budiman kita harus lebih smart dalam memilih dan memilah informasi ya! Semoga kita terhindar dari kebodohan dan tidak termakan artikel seperti itu, sehingga keluarga kita tetap terjaga kesehatannya. Amiin

Menasihati atau Mendakwa? #sesicurhat

https://pixabay.com

Pernahkah kamu merasa tersinggung saat dinasihati oleh orang lain? Saya pernah. Entah pada saat itu cara orang menasihati salah, atau hati saya yang sedang keras. Yang jelas saat itu saya marah, tapi lebih lucu lagi adalah melihat reaksi orang yang menasihati saya ketika saya marah. Dia ikutan marah dan layaknya anak milenial jaman itu dia membuat status yang mengibaratkan dia seorang penolong dan saya adalah seekor semut yang menggigit ketika ingin ditolong.

Kalau diingat lagi, kok rasanya lucu. Bagaimana reaksi kamu jika kamu ada diposisi si penasihat? Apakah itu bisa dikatakan sebuah ketulusan mengingatkan sesama teman ataukah hanya nafsu merasa menjadi lebih baik dari orang lain?

Oke, sebenarnya saya sudah melupakan kejadian tersebut. Namun ada suatu kejadian lagi yang membuat saya benar-benar ini mengingatkan orang ini dengan sebuah pelajaran yang akan selalu diingat dalam hidupnya dan tidak akan pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain. Meski konsekuensinya dia akan membenci saya.

Kesalahan yang saya rasa sangat fatal dari orang ini adalah, dia suka menyepelekan janji. Maka ketika dia melakukannya lagi dan lagi, saya memutuskan untuk memberikan konsekuensi terhadapnya. Konsekuensi tegas tanpa kompromi. Seperti dugaan saya, dia marah. Tak apa marah, memang itu sudah saya prediksi, tapi selain marah, tolong juga intropeksi diri dan akui kesalahan. 
https://pixabay.com

Oke, beralih ke cerita lain. Ini masih tentang menasihati atau mengingatkan seorang teman. Ketika kuliah, saya satu kost dengan teman-teman kampus yang rata-rata tidak melaksanakan sholat lima waktu meski dia Islam. Selain itu juga mereka suka copot hijab semaunya, cuma ke kampus saja pakai hijabnya. Saya termasuk orang yang tidak pernah melewatkan sholat lima waktu dan konsisten menggunakan hijab. Lalu apakah saya serta merta mengingatkan mereka tentang sholat lima waktu dan hijab?

Ya, saya mengingatkan mereka. Tapi tidak dengan cara verbal, seperti ceramah kalau tidak sholat nanti akan masuk neraka, atau menggunakan hijab adalah suatu kewajiban bagi muslimah dan lain sebagainya. Mengapa? Karena cara tersebut tidaklah tepat, yang ada mereka malah kabur dan membenci saya.

Pertama, kenali mereka yang ingin kita rangkul. Pikirkan baik-baik strategi yang tepat agar mereka tidak merasa direndahkan atau menganggap kita orang yang sok suci. Contohnya, saya tidak pernah meminta mereka untuk sholat, tapi ketika kita sedang kumpul dan waktu sholat datang, saya langsung pamit untuk sholat. "Eh, aku sholat dulu ya... " terus mereka biasanya menjawab, "Titip doa ya...". Saya cuma tersenyum dan bilang, iya aku doain. Mengapa saya tidak mengajak mereka untuk ikut sholat? Karena saya yakin, mereka tau kalau sholat itu adalah kewajiban. Mereka tau tentang dosa, tapi mereka tidak ada keinginan atau bahkan tidak ada hidayah dari Allah. Maka yang bisa saya lakukan hanyalah mencontohkan.

https://pixabay.com
Begitu pula masalah hijab, saya pun mencontohkan yang sama. Saya tidak pernah keluar rumah tanpa hijab. Tak pernah saya biarkan teman laki-laki melihat aurat saya. Hingga pada suatu hari, salah satu teman saya berkata, "Aku ingin deh kaya kamu, yang konsisten pakai jilbab kemana pun pergi". Alhamdulillah, di sini lah saya memasukkan pesan-pesan dan nasihat, karena saya melihat ada keterbukaan dalam dirinya untuk menerima nasihat.

Pernah lagi suatu ketika, teman saya yang lain berkata "Aku suka kumpul kamu, nggak sok suci nyuruh-nyuruh sholat. Nggak kaya si itu." Saya pun hanya tersenyum, dan mulai memberikan pesan-pesan seperlunya. Di lain kesempatan, saat dia terpuruk dan membutuhkan nasihat, saya ada dan menasihatinya untuk menghadap Allah lebih rajin. Ajaibnya dia melaksanakan dengan sukarela.

Cerita lain lagi, kali ini ceritanya masih hangat dan baru saja terjadi. Saya merekrut seorang karyawan untuk sebuah bisnis yang saya jalani. Dia adalah seorang wanita hampir kepala empat dan suka berpakaian seksi. Ketika pertama kali bertemu, saya sama sekali tidak menegur mengenai cara berpakaiannya, namun entah mengapa, lambat laun dia mengganti bajunya dengan yang lebih sopan. Suatu hari dia bercerita, kalau dia baru saja belanja ke pasar untuk mencari kerudung panjang dan gamis. Katanya "Saya suka lihat sampean mbak, ternyata bagus pakai gamis dan kerudung panjang begitu."

So, untuk menasihati kita perlu melihat situasi dan kondisi orang yang ingin kita rangkul. Bukannya membuat dia merasa menjadi terdakwa bersalah, menjadi merasa orang yang buruk dan yang menasihati seakan lebih baik. Dalam nasihat dan menasihati pun kita perlu strategi dan pemikiran agar tidak menyakiti orang lain.

Dalam kasus saya sebelumnya (saat saya marah dinasihati), bila saya berada di posisi si penasihat, saya tidak akan langsung menasihati dengan cara gamblang atau bahkan dengan cara sindiran, itu lebih menyakitkan. Kalau memang ingin mengingatkan teman kita yang awalnya jilbab lebar sekarang menjadi hijaber gaul, saya akan mulai dengan meminta pendapatnya tentang jilbab yang ingin saya beli. Itu adalah hal biasa yang seorang teman lakukan kan? Mengajaknya ngobrol tentang orang-orang yang dia kagumi, orang-orang yang berjilbab lebar. Ajak dia kembali mengagumi gaya berhijab semacam itu, jangan langsung menyentuh tentang perubahannya yang seakan-akan dia yang sekarang lebih buruk dari dia yang dulu. Setelah itu serahkan pada yang Maha Kuasa. Jika kamu benar-benar mengenal temanmu, kamu akan tau bahwa dia pun mengerti jilbab mana yang harusnya dia pakai.

Saya pernah mengalami hal seperti ini. Sahabat saya yang dulunya berjilbab lebar dan sama sekali tidak mau disentuh laki-laki tiba-tiba memiliki pacar. Kaget pastinya! Tapi apakah saya langsung menegurnya dan memberikan ceramah tentang dosa berkhalwat dengan lawan jenis? Tidak!
https://pixabay.com

Saya cuma menanyakan, "Kamu pacaran?" Dia langsung berkata, "Saya tau saya salah, tapi saya sudah kadung kecebur jadi ya sekalian saja." Lalu apakah saya terus mengejarnya dengan ceramah-ceramah mana yang benar mana yang salah? Tidak sama sekali. Dia sudah tau tentang hal itu. Yang saya lakukan sebagai sahabat hanyalah mendampinginya, memberikan nasihat hanya bila dia perlu, dan mendoakannya.

Cerita saya di atas adalah berdasarkan pengalaman, saya sama sekali tidak menganggap diri saya paling benar. Saya pun mengakui telah melakukan kesalahan dalam mengingatkan seorang teman, dengan memberinya konsekuensi atas kebiasaannya yang suka menyepelekan janji. Semua kembali kepada Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya pun teman saya tersebut. Semoga suatu saat bila bertemu kembali secara nyata, kita hanya mengenang hal-hal baik tentang pertemanan kita selama ini.



Resep Makanan Tinggi Zat Besi! Ampela Ati Ayam Masak Kecap


Halo teman-teman, kali ini saya ingin berbagi resep ampela ati ayam masak kecap. Rasanya enak, apalagi kalau dimakan dengan nasi putih hangat, uwuuu.... Mantap! Oya, sebelumnya apa kalian tau kalau hati ayam ini memiliki nilai gizi yang tinggi, terutama kandungan zat besinya? Buat ibu-ibu yang memiliki anak bayi pasti tau ya, karena kebutuhan zat besi anak 6-12 bulan sampai 11g per hari loh!

Hati ayam per 28 gram mengandung 3,6 miligram zat besi, umlah ini lebih tinggi daripada daging sapi cincang yang 28 gram nya mengandung 0,8mg zat besi. Nah, jadi buat ibu-ibu yang lagi punya anak bayi tidak usah pusing untuk beli daging sapi yang harganya mahal demi memenuhi kebutuhan gizi anak. Memang penting juga sih, kalau lagi ada uang lebih boleh dong anaknya diberi daging sapi, tapi kalau lagi kanker alias kantong kering ya hati ayam saja sudah cukup. Hehehe

Daging sapi dan hati ayam merupakan contoh sumber makanan hewani yang mengandung zat besi. Bagaimana dengan sumber makanan nabati? Ada bayam yang menjadi juara kandungan zat besi terbanyak, tapi perlu teman-teman ketahui bahwa meski kandungan zat besinya tinggi, tubuh hanya bisa menyerap sebanyak3-8% saja.

Oke, sudah cukup informasi gizi tentang zat besinya... Yuk langsung saja masak ampela ati ayam kecapnya!

Bahan 1

-Rempela Hati Ayam 4-5 buah
-Asam jawa

Bahan 2

- Bawang putih 3 siung
- Bawang merah 4 siung
- Kemiri 3 buah
- Jahe 1cm
- Daun Jeruk 3 lembar
- Garam 1/2 sdt
- Gula 1 1/2 sdt
- Kecap Manis 2-3 sdm

Cara Memasak

- Rebus rempela hati ayam dengan asam jawa sekitar 15-20 menit, tujuannya untuk menghilangkan amis dan racun pada rempela hati.
- haluskan bumbu bawang putih, bawang merah, kemiri, dan jahe, tumis hingga harum. Jangan lupa untuk memasukkan daun jeruknya.
- Tambahkan garam, lalu gula dan kecap manis. Kecap manis harus menyentuh minyak agar dia caramelized. 
- Masukkan hati ayam, aduk hingga rata, lalu masukkan air secukupnya dan tunggu  hingga semua bumbu meresap ke dalam rempela hati ayam.
- Angkat masakan ketika air sudah menyusut.

Selamat Mencoba!

Resep Simple! Sop Ayam Andalan Untuk Si Picky Eaters

Sop ayam ini saya beri pentol bakso juga

Mungkin urusan doyan dan nggak doyan makan anak itu sudah menjadi permasalahan umum ibu-ibu di dunia. Alhamdulillah saya pun diberi tantangan memiliki anak yang picky eaters. Anak saya ini maunya cuma makan nasi, dan paling anti sama ikan. Untungnya dia masih mau nyemilin tahu, tempe, dadar jagung, dan putih telor. Meski picky banget, ada satu menu yang tidak pernah ia tolak dan selalu makan dengan lahap, yaitu sop ayam.

Entah mengapa kalau menunya sop ayam, anak saya jarang sekali menolak.. Meski awalnya tidak mau makan ayamnya, lama kelamaan dilahap juga. Sungguh membahagiakan kalau melihat dia makan dengan lahap. Well, ini saya sharing resepnya ya Bu Ibu, siapa tau anaknya yang susah makan jadi mau makan dibikinin sop ayam dengan resep ini. Hehe

Sebetulnya, resepnya sama dengan sop ayam pada umumnya, tapi mungkin cara memasaknya yang sedikit berbeda. Okey, without any further ado, lat's chek this out!

Bahan

- Ayam 1/2 Kg
- Sayur-sayuran (wortel, buncis, kol atau sawi putis, sesuai selera)
- Bawang putih 4 siung (iris tipis)
- Bawang merah 5 siung (iris tipis)
- Jahe 1/2 cm (geprek)
- Daun bawang dan sledri (rajang)
- Garam 1 sdt
- Gula 1sdt
- Kaldu bubuk 1 sdt
- Merica 1/2 sdt
- air 1liter
- minya 4 sdm untuk menumis

Cara Memasak

- Cuci bersih ayam yang sudah dipotong sesuai selera, masukkan ke dalam panci dan isi dengan air sebanyak 1 liter. Masukkan sedikit garam, jahe, daun bawang dan sledri, rebus selama kurang lebih 30 menit atau sampai ayam benar-benar empuk.

- Tumis bawang putih dan bawang merah dengan 4 sdm minyak goreng, lalu masukkan ke dalam rebusan ayam.

- Masukkan sayur-sayuran dan tunggu sejenak hingga layu.

- Masukkan garam, gula, lada, kaldu bubuk, cicipi untuk koreksi rasa.

-Tunggu sampai sayuran matang.

Sop Ayam siap dihidangkan!

Untuk penyajiannya, saya siramkan kuah sop dengan nasi putih, sedangkan ayamnya yang sudah empuk saya suwir-suwir dan dicampur aduk dengan nasinya. Oh ya, makanan ini untuk anak 1 tahun ke atas ya... yang sudah makan makanan keluarga. Bila anak tidak terbiasa makan dengan bumbu merica, bisa dikurangi atau di skip. Selamat Mencoba!