Review Hotel Victoria Boutoque Residence, Kecil tapi Nyaman

Kalau liburan ke Malang, memang tidak cukup kalau hanya sehari atau dua hari. Destinasi wisata yang wajib di kunjungi ada banyak! Satu tempat wisata saja tidak cukup dieksplore hanya dalam sehari, belum lagi keliling pusat oleh-oleh dan mencoba kulinernya. Maka dari itu kita butuh menginap.

Penginapan yang dicari oleh pelancong  dengan budget pas-pasan seperti saya tentunya adalah penginapan yang dengan harga terjangkau tapi tetap nyaman. Selain itu juga yang makanannya enak dan kalau bisa akses menuju tempat oleh-oleh tidak jauh.

Kebetulan sekali, kemarin saya berkesempatan mengunjungi sebuah hotel yang terletak di pusat kota Malang, namanya Villa Victoria Boutique Residence. Kesan pertama saya saat melihat tampilan luarnya adalah kuno-kuno modern.


Ternyata memang konsep dari hotel ini adalah gaya kolonial modern. Terdapat banyak jendela besar bernuansa putih, serta lampu gantung seperti jaman kolonial belanda. Nuansa seperti ini mengingatkan saya dengan rumah nenek. Konsep ini menurut saya cukup unik karena mampu menghadirkan nuansa sejarah namun tetap modern dan cozy.



KAMAR

Ada berbagai macam tipe kamar yang ditawarkan oleh hotel Victoria ini. Kita bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan budget. Fasilitas kamar saya rasa sangat cukup, ada AC, TV, Wifi, sandal kamar, handuk, serta kamar mandi dengan air dingin dan panas. Kamanya memang tidak seberapa luas, tapi super cozy!





Hotel Victoria memiliki kamar andalan. Kamar ini adalah satu-satunya kamar terluas dan memiliki fasilitas VIP. Kalau booking kamar ini, kalian bisa minta antar sarapan, makan siang atau malam ke dalam kamar.





Dari foto-foto kamar hotel di atas, apa kalian merasa ada yang menarik? Kalau saya ada, yaitu pajangan foto-foto lawas presiden Indonesia dan foto-foto lawas lainnya di setiap kamar. Selain itu juga pemakaian furnitur antik seperti meja mesin jahit kuno. Cukup unik, tapi sungguh tidak menyeramkan, malah terlihat Indonesia sekali.

Oya, ada satu lagi fasilitas yang paling membahagiakan buat emak-emak yang punya bayi seperti saya, yaitu disediakan air minum gratis, dingin dan panas! Jadi kalau misalnya butuh air panas untuk buat bubur bayi, bisa langsung ambil sendiri tanpa perlu repot minta ke restaurant atau kafenya.

MAKANAN




Sudah ngiler belum lihat foto makanan di atas? Seriusan ini  enak! Makanan yang disajikan adalah masakan nusantara dan disesuaikan dengan makanan khas Malang yang pedas-pedas. Buat yang tidak suka pedas bisa request yang tidak pedas ya... Ada juga makanan western untuk turis asing yang berkunjung.




Untuk memberikan kesan Indonesia banget, restaurant di hotel Victoria ini dinamakan Pasar Rakyat. Unik kan? Nama itu sengaja diberikan karena hotel ini ingin lebih mengedepankan makanan nusantara daripada makanan lain kepada pengunjung, terutama pengunjung asing. Makanan khas nusantara yang kaya rempah tidak disajikan secara biasa, tapi lengkap dengan alat makan dan minum tradisional. Seperti kuali dari tanah liat, tempat minum dengan menggunakan kendi, serta gelas dari batok kelapa. Hmmmm... makin menggugah selera makan saya jadinya!

KOPI

Ada satu hal yang tidak akan ditemukan di penginapan lain, yaitu mereka menjual kopi khas malang dari hasil produksi kebun sendiri. Ada kopi sangrai, selai kopi dan coklat kopi. Bahkan, untuk menghilangkan lembab dan bau di kamar, hotel ini mengggunakan kopi sebagai bahan alami. Jadi jangan kaget dan panik, kalau melihat  sebuah benda di dalam wadah bambu, itu bukan sesajen, tapi penghilang bau! Hehe



Bagi kalian para pecinta kopi, wajib dicoba nih. Siapa tau ketagihan dengan kopi khas Malang ini.

LAIN-LAIN

Bila menginap di Hotel Victoria, tidak usah khawatir akan makanan yang tidak cocok. Hotel ini dekat dengan jalan Ciliwung yang merupakan pusat food street di Malang. Kita juga tidak perlu jauh-jauh untuk membeli oleh-oleh, karena lokasi hotel juga dekat dengan Kampung Sanan yang merupakan pusat oleh-oleh khas Malang.

So, apa kamu tertarik menginap di sini?

Informasi Lebih lengkap tentang Fasilitas dan Harga klik


Apakah Saya Blogger Full Time atau Part Time?


Entahlah, saya termasuk golongan yang mana. Mau dibilang blogger part time, saya sudah tidak bekerja dan bisa menulis kapan saja. Sedangkan mau dibilang blogger fulltime saya juga belum bisa menghasilkan apa-apa dari ngeblog. 

Mungkin lebih tepat saya disebut blogger part time saja ya...soalnya pekerjaan saya nggak full nulis di blog, tapi ada banyak! Pekerjaan utama ya Ibu Rumah Tangga. Jangan pernah bilang IRT itu nggak kerja ya, hellaaaww!! Kerjaan IRT itu nggak habis-habis tau. Masa dibilang nggak kerja?!

Ngeblog memang bukan pekerjaan utama saya saat ini, tapi saya berharap suatu saat saya bisa mendapat penghasilan dari ngeblog. Meski saat ini belum bisa menghasilkan apa-apa dari ngeblog (sudah pernah sih dapat beberapa job), saya tetap suka menulis. Kalau menulis saya pasti akan membaca. Membaca, mencari informasi, dan menyusun kata-kata menjadi sebuah tulisan itu adalah kegiatan yang membuat otak saya terus bekerja.

Makanya, meski ngeblog belum menjadi penghasilan utama, saya tetap mencintai dunia ngeblog. Lalu apa yang saya lakukan agar tetap aktif menulis?

Ikut Lomba Blog

Kalau dulu, saya suka menulis apa saja yang terjadi dalam kehidupan saya di hari itu. Kesannya seperti curhat begitu. Kalau sekarang, mood untuk menulis curhat-curhatan itu sudah menghilang, sepertinya bukan jamannya lagi curhat nggak penting di blog. Saya lebih memilih menulis sesuatu yang ada faedahnya untuk orang lain.

Maka dari itu, agar tidak mati ide saya ikut lomba blog. Saat ini banyak sekali perusahaan atau bahkan instansi pemerintah yang mengadakan lomba menulis di blog. Tentunya saya memilih tema lomba yang sekiranya bisa membuat tulisan saya bermanfaat untuk orang lain, tidak sekedar menguntungkan pihak yang mengadakan. Seperti misalkan, ikut lomba dengan tema stunting yang diadakan Kementrian Kesehatan. Meski tulisan saya tidak menang, tapi saya berharap informasi yang saya sampaikan dalam tulisan tetap dapat bermanfaat.

Sejauh ini ada beberapa tulisan saya yang nyantol jadi juara. Meski belum juara satu, tapi lumayan lah tulisan saya dihargai dan rewardnya bisa nambah uang jajan. Hehe

Ikut Challenge Komunitas

Seperti saat ini, saya sedang menantang diri untuk menghasilkan satu tulisan per hari. Meskipun keteteran saya tetap bersemangat mengikuti challenge post dari blogger perempuan ini! Challenge seperti ini sangat menarik buat saya, apalagi sudah disediakan tema, jadi kita tertantang untuk terus produktif tanpa mengurangi kualitas tulisan.

Ya, mungkin itu saja obrolan tentang "Apakah saya blogger full time atau part time?". Saat ini memang masih part time, semoga secepatnya saya bisa menjadi full time blogger! Semangat!

Ibu Rumah Tangga Tanpa Pembantu? Syiaaap!

solusiibuattack.com

Saat menulis tulisan ini, dengan kebingungan saya bertanya pada mas suami, "Apa pekerjaan rumah tangga yang aku sukai?" dia jawab, "mana ada pekerjaan yang disukai istriku?", hahahaha. Jawaban yang sangat membantu yak...

Tema BPN Challenge kali ini membuat saya kebingungan, karena jujur saja nggak ada pekerjaan rumah tangga yang saya sukai. Pengennya tiduran aja terus bangun-bangun pekerjaan rumah sudah selesai. Hehe

Saya adalah seorang ibu rumah tangga tanpa pembantu, semua pekerjaan saya kerjakan sendiri. Saya beri gambaran ya tentang kegiatan saya sehari-hari.

Pagi hari setelah sholat subuh saya langsung ke dapur untuk cuci piring dan memasak. Biasanya kegiatan ini akan selesai sekitar jam setengah tujuh. Setelah selesai masak, saya langsung menyiapkan baju suami untuk bekerja. Setiap hari nyetrika baju karena tidak sempat menyetrika dalam jumlah banyak.
Dok. Pribadi

Biasanya setelah menyiapkan baju suami,Aisyah mulai agak cranky, jadi saya susuin dulu agar dia tidur. Dia bangun pagi sebelum subuh atau pas subuh, wajar kalau mengantuk setelah main bersama ayahnya selama saya di dapur. Tapi kadang kalau dia belum mengantuk saya langsung panaskan air untuk mandi. 
Dok. Pribadi

Memandikan dan memakaikan baju Aisyah ini harus dengan tenaga dan stok sabar yang full ya.. Haha. Maklum saya ibu baru yang masih terus belajar.  Dulu waktu masih belum banyak tingkah, memandikan Aisyah adalah hal yang tidak terlalu sulit, tapi ketika dia sudah bisa duduk dan berdiri, Subhanallah susahnya. Air sering masuk mulutnya ketika dikeramasi karena anaknya tidak mau diam. Kalau pakai baju, keringat saya sampai mengucur karena celananya sulit dimasukan ke kaki, juga dengan bajunya, dia tidak suka tangannya dipegang dan dimasukkan ke lubang lengan baju. 
Dok. Pribadi

Setelah semua drama itu, kalau belum mengantuk juga saya langsung memberinya sarapan. Selagi saya memberi Aisyah sarapan, jam 7 pagi suami sudah siap-siap berangkat ke kantor.

Setelah itu saya bemain sebentar bersama Aisyah. Sekitar jam 9 pagi, biasanya ada tukang sayur yang lewat, jadi saya berbelanja untuk bahan memasak besok pagi.

Biasanya tidak lama setelah berbelanja Aisyah ngantuk lagi nih. Jadi saya susuin dulu agar tidur. Selama Aisyah tidur, saya cepat-cepat mandi, membereskan rumah, mencuci pakaian, menjemur kalau sempat. Kalau tidak sempat dilanjut di waktu Aisyah tidur berikutnya. 
Dok. Pribadi

Setelah semua pekerjaan selesai, saya lanjut mengurusi jualan online yang saya jalankan. Mulai dari print orderan, packing sampai menghubungi para kurir ekspedisi. Pekerjaan ini tidak sekaligus selesai, ketika Aisyah bangun waktu packing melambat karena saya harus menemaninya bermain, kadang dia rewel dan minta susu, pokoknya ada saja yang membuat proses packing menjadi lambat hingga tiba waktu makan siang.

Bila waktu makan siang tiba saya harus meninggalkan semua pekerjaan dan fokus memberi makan Aisyah. Proses makan tidak lebih dari 30 menit. Setelah itu saya sholat duhur dan kembali menyusui Aisyah yang mulai mengantuk.

Setelah dia tidur saya lanjut mengerjakan pekerjaan yang belum selesai seperti menjemur baju, membereskan rumah yang berantakan lagi, mengangkat baju yang kering dan melipatnya.

Tak terasa waktu menunjukkan jam setengah tiga, biasanya Aisyah sudah bangun. Saya menemaninya bermain sejenak setelah sholat Ashar, lalu jam setengah 4 atau jam 4 dia mandi. Jam setengah lima Aisyah makan sore. Oya, saya suka membuatkan Aisyah puding dari campuran biskuit dan buah mangga kesukaannya. Biasanya sore begini dia cukup makan itu saja, meskipun kadang tetap makan nasi dan pudingnya dimakan menjelang jam 6 malam.
Dok. Pribadi


Ketika adzan Magrib berkumandang, saya siap -siap dan menyiapkan Aisyah untuk pergi ke masjid. Alasan saya mengajak Aisyah ke masjid adalah agar dia bertemu dengan banyak anak kecil lainnya sekaligus mengenalkan kegiatan ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam.

Pulang dari masjid kita mengaji bersama. Saya saja sih yang mengaji, Aisyah biasanya duduk di depan saya sambil pegang-pegang, atau ikut menunjuk ayat, atau meremas lembaran Al Quran, tak masalah asal dia tetap di dekat saya dan mendengarkan saya mengaji.

Jam tujuh malam biasanya dia sudah menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Saya menyusui lagi untuk kesekian kalinya hingga dia tertidur. Sering kali waktu lagi menyusui begini suami saya datang. Jam setengah 8 atau jam 8 malam suami baru pulang. Kalau dia kecapekan, tak jarang emak-emak ini langsung menjelma jadi tukang pijat urut. Haha

So, kalau ditanya pekerjaan rumah tangga mana yang paling saya suka? Jujur saja saya bingung. Hahaha. Tapi kalau disuruh memilih, sepertinya saya akan memilih memasak dan mencuci. Kenapa? Karena memasak itu seperti pekerjaan seni yang membutuhkan insting agar masakan menjadi menarik tapi juga enak. Apalagi kalau mencoba resep baru! Saya sangat bersemangat! Hehe. Kalau mencuci, itu karena saya pakai mesin cuci, tinggal masukkan dan pencet tombol, selesai deh! Urusan menjemur dan menyetrika itu belakangan. Kapan-kapan! Haha

Emak-emak lain seperti aku juga nggak ya kegiatannya? Penasaran...



Ritual di Hari Libur Bersama Keluarga

Di alun-alun Kota Batu

Bagi saya weekend adalah waktu yang sangat berharga untuk dihabiskan bersama keluarga. Apalagi hari libur suami cuma Minggu saja. Jadi sebisa mungkin kami memanfaatkannya dengan baik untuk quality time.

Biasanya di hari libur saya libur masak, karena sudah pasti suami ngajak makan di luar. Lagi pula memasak itu memakan waktu yang lama. Mending waktunya dipakai untuk jalan-jalan pagi bersama.

Jadi ritual pertama yang kami lakukan setelah bangun tidur adalah malas-malasan. Hahaha. Kalau lagi rajin ya kita jalan-jalan pagi, pulangnya beli nasi pecel. Kalau lagi mager, kita keluar di siang hari untuk cari makan sekalian jalan-jalan atau berbelanja kebutuhan mingguan.

Tidak setiap liburan kita hanya malas-malasan dan jalan-jalan, terkadang kita juga menghadiri kajian bila dirasa kajian itu menarik. Hehe. Ini yang ingin kita perbaiki, harusnya ya dijadwalkan ikut kajian baik materinya menarik maupun tidak.
Alun-Alun Kota Malang
Tujuan jalan-jalan kita biasanya nggak jauh-jauh. Kadang kita berburu makanan di car free day, atau sekedar duduk-duduk di alun-alun. Alun-alun yang kita tuju ada dua, yaitu alun-alun kota Batu dan kota Malang. Kalau di kota Malang enaknya bisa gogoleran di rumput sambil melihat keramaian, sedangkan di alun-alun Batu kita biasanya beli ketan, kue basah, dan camilan lain kemudian duduk-duduk menikmati dinginnya pagi dan pemandangan yang asri.

Kalau ada jadwal pijat Aisyah, kita pergi untuk mengantar Aisyah sekaligus membeli keperluannya seperti diapers dan camilan bayi. Menjelang sore kita pulang dan istirahat. Malamnya kita keluar lagi cari makan sambil beli cemilan untuk nonton.

Nontonnya ya di rumah saja. Kebetulan suami saya punya koleksi film yang lumayan banyak. Setelah Aisyah tidur kita berdua santai menghabiskan waktu bersama dengan menonton film sambil makan terang bulan Hawaii. Mari menggendut bersamaaa! Haha

Ya cuma itu saja yang kami lakukan. Seputar cari makan dan bermalas-malasan. Besoknya sudah senin lagi, semangat untuk bekerja kembali!

10 Lagu yang Saya Dengarkan Setiap Pagi

www.HaiJepang.com

Dulu sebelum punya anak, sehabis sholat subuh saya dan suami suka males-malesan sampai jam enam pagi. Sekarang, setelah memiliki anak, selepas subuh aktifitas sudah dimulai. Aisyah sudah bangun dari subuh atau sebelum subuh, jadi begitu dia bangun, saya dan suami bergantian sholat subuh atau sholat berjamaah.

Setelah sholat subuh, saya mulai beraktifitas di dapur sedangkan Aisyah bersama ayahnya. Biasanya kalau dijagain ayahnya begini suka diputarkan lagu-lagu di youtube. Jadi ini bukan tentang playlist saya ya, karena saya sudah jarang mendengarkan musik. Ini playlistnya Aisyah. Hehehe

Pertama ada lagu-lagu shalawat dari Nissa Sabyan. Aisyah kalau diputarkan lagu ini langsung otomatis goyang-goyang sambil mengeluarkan suara "haaa... Heeemmmm... Haaa... Hemmmm" seperti menirukan suara mbak cantik Nissa. Sabyan adalah grup gambus yang lagi trend! Saat kemunculan cover lagu Deen Assalam, dimana-mana saya mendengar lagu ini diputar, baik di supermarket, caffe, bahkan pasar. Masya Allah... sepertinya baru kali ini grup gambus menjadi begitu viral. Ini dia beberapa playlist Aisyah setiap pagi.

1. Ya Habibal Qalbi
2. Ya Asyiqal
3. Ya Jamalu
4. Ahmad ya Habibi
5. Deen Assalam

Setelah shalawatan, biasanya berpindah pada lagu anak-anak. Berhubung di Indonesia masih minim video animasi anak muslim yang menyanyikan lagu islami, saya akhirnya memutar video musik animasi anak muslim asal malaysia, yaitu Omar dan Hana.

1. Alhamdulillah

Lagu ini mengajarkan pada anak untuk selalu bersyukur kepada Allah dalam segala keadaan. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

2. Sayang Mama Papa

Lagu ini mengajarkan agar selalu mengasihi dan menyayangi orang tua yang telah merawat dan membesarkan anak-anaknya. Tidak hanya menunjukkan kasih sayang anak kepada orang tua, namun juga sebaliknya. Saya merasa suatu pelajaran yang dapat di ambil dalam lagu ini adalah agar orang tua juga harus menunjukkan kalau mereka menyayangi anak-anaknya.

3. Bismillah

Semua yang ada di dunia ini milik Allah. Dengan lagu ini kita dapat mengajarkan kepada anak-anak agar senantiasa mengucapkan bismillah dalam mengawali sesuatu.

4 Main sama-sama

Anak kecil biasanya suka mengalami konflik dengan sesama anak kecil lainnya. Yang paling sering terjadi adalah berebut mainan. Lagu ini mengajarkan anak agar tidak berebut namun saling berbagi bersama teman dan saudara. Saya berharap agar nanti Aisyah menjadi anak yang suka berbagi dan suka perdamaian.

5. Tolong Mama dan Papa

Lagu ini mengajarkan salah satu akhlak terpuji yaitu membantu orang tua. Dalam lagu ini juga terlihat orang tua yang menghargai apa pun bantuan anaknya dengan mengucapkan terimakasih. 

Saya berharap playlist lagu-lagu ini dapat berguna untuk semua anggota keluarga terutama Aisyah yang sedang tumbuh.  Senantiasa mendengarengarkan lagu-lagu yang baik, semoga orangnya menjadi baik pula...