Review Buku Sepatu Terakhir: Keluar dari Zona Nyaman

22.46 Ala Teh manis 5 Comments


Mungkin kalian semua pernah merasakan ini. Perasaan dimana kalian merasa cukup dengan apa yang dipunya, Perasaan tak ingin merubah suatu apa pun karena takut akan sengsara, takut kehilangan, takut tidak bahagia, hingga tanpa kita sadari perasaan tersebut menyebabkan kita tidak berkembang ke arah yang lebih baik. Kita tetap di level yang sama, padahal orang lain sudah naik level. Itulah "Zona Nyaman". Zona yang paling berbahaya, tapi kebanyakan orang tidak menyadarinya. Seringkali kita terlena bila sudah berada di posisi tersebut. Padahal seharusnya kita merasa terlecut untuk memikirkan langkah apa selanjutnya agar tidak begitu-begitu saja.

Buku Sepatu Terakhir, sebenarnya menceritakan tentang Pak Marwan seorang pengrajin sepatu yang tersohor di kampungnya, tepatnya di Kota Blitar. Ia tiba-tiba memutuskan untuk pensiun dari pekerjaan yang telah digeluti selama berpuluh-puluh tahun. Pekerjaan yang sangat dicintainya bahkan ketika hidupnya terasa sulit.

Keputusan itu berdampak luas, tidak hanya pada orang-orang terdekat, tapi juga pada seluruh pengrajin sepatu yang biasa menjiplak model sepatunya. Para pelaku usaha sepatu loyo, karena pengrajin panutan mereka berhenti berproduksi. Sebelum memutuskan untuk berhenti total, berkat pengaruh anaknya dan tiga orang karyawan setianya, Pak Marwan merencanakan untuk membuat sepatu terakhir. Sepatu dengan kualitas terbaik yang pernah ia buat.
Apakah sepatu itu akan dijual dengan harga tinggi? Jawabannya adalah tidak. Pak marwan akan memberikannya secara gratis pada orang terpilih yang sebelumnya telah melaui proses sleksi. Syaratnya hanya satu, orang terpilih tersebut harus menceritakan pengalaman hidupnya selama memakai sepatu terakhirnya tersebut. Bila memang merasa tidak membutuhkan sepatu itu lagi, pemilik boleh memberikannya pada orang lain. Tidak boleh dijual.

Sepatu terakhir Pak marwan berkelana, menyuguhkan cerita pengalaman hidup pemiliknya yang menakjubkan. Sepatu yang bernama Tom Wittaker itu seakan menjadi titik balik bangkitnya seseorang dari keterpurukan, seakan menyaksikan perubahan orang-orang yang dibuka mata hatinya agar terus melakukan kebaikan dan tidak pernah menyerah akan kerasnya kehidupan.

Tom Wittaker akan membawa kamu menyelami kehidupan Mat Balon, mengajak naik gunung untuk menemui seorang pejuang pendidikan, sampai ke kota Ponorogo untuk mendengarkan kerasnya kehidupan sang mantan preman. Kalau kamu penasaran dengan ceritanya, silahkan baca novel ini, yang merupakan novel unggulan lomba novel republika tahun 2012 karya Toni Tegar Sahidi. Saya beli buku ini di loakan, ternyata ceritanya lumayan keren dan menginspirasi. Awalnya agak males lihat tebalnya 310 halaman, tapi setelah dibaca ternyata buku ini cukup membuat saya penasaran, terutama pada alasan mengapa Pak Marwan ingin pensiun membuat sepatu.

Pesan yang ingin saya sampaikan dari buku ini adalah "Jangan takut akan perubahan. Keluar dari zona nyamanmu, agar kamu tidak menyesali betapa banyak waktu yang terbuang karena terlena oleh sesuatu yang sebenarnya membuatmu tak berkembang".

Selamat Membaca

5 komentar:

  1. Wow, boleh pinjem g...? btw, desain blognya bagus... belajar darimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo deket ya sy pinjemin. Hehe
      Belajar otodidak aja mas dari sesama bloger. :D
      Ini cm sy main di font sm letaknya aja kok, yg lain udah bawaan template nya

      Hapus
  2. Keluar dari Zone Nyaman memang masih dipandang sebagai sesuatu yang terlalu beresiko di jaman yang seperti ini.

    Blog baru ya Nis ini, keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, sayang banget ya, padahal masih banyak yg perlu di eksplore di luar sana :D

      Yoi, mau tobat jadi blogger males.. hahaha

      Hapus
  3. mantaff nihhh mbaa bukunya....apalagi ini blog barunya..kerenn bangett dehh mba aniss.....selamat datang kembali ke zona blogger...hehehe

    salam blogger

    BalasHapus