Hari HIV/AIDS Sedunia: Hands Up For #HIVprevention with QS. Al Isra (32)

05.57 Ala Teh manis 2 Comments



Allah berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 32 yang berbunyi:
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“.

Mendekati saja Allah melarang, apalagi berbuat zina. Ayat di atas merupakan peringatan bagi kita agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang akan memberikan dampak buruk bagi diri sendiri (Wallahu A'lam).

Salah satu dampak buruk zina adalah penyakit ini, penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh. Sampai saat ini, belum ditemukan obatnya. Berbuat zina, seperti bergonta-ganti pasangan (jelasnya tanpa pernikahan) hanyalah salah satu penyebab. Selain melalui cairan tubuh saat berhubungan seksual, masih ada 2 jalan lainnya sehingga HIV bisa masuk ke dalam tubuh kita, yaitu melalui darah (jarum suntik yang tercemar HIV, transfusi darah) dan penularan dari ibu positif HIV ke bayinya.

Well, sekarang kita sudah mengetahui bagaimana cara virus HIV bisa masuk ke dalam tubuh. Jadi apakah virus HIV bisa masuk hanya dengan berjalan beriringan, berjabat tangan, berpelukan, duduk bersama dan ngobrol? Jawabannya adalah tidak. Lalu mengapa kita masih takut dan mendiskriminasi orang dengan HIV/AIDS? 

Ada beberapa informasi yang beredar luas di masyarakat. Bahwa HIV bisa berkembang biak di tusuk gigi, handuk atau air kolam renang. Itu semua adalah mitos. Menurut penelitian, HIV tidak akan bertahan lama di luar tubuh manusia. Ia tidak bisa hidup di tempat kering, meski begitu di kolam renang pun HIV  tidak bisa hidup karena kondisi yang jauh berbeda dengan tubuh manusia.

Sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa penyebab seseorang terjangkit HIV bukan hanya karena berhubungan seksual dengan pasangan yang positif HIV, tapi masih ada faktor lain. Jadi, jangan pernah menghakimi seorang ODHA (Orang dengan HIV AIDS) dengan memberikan label yang buruk pada mereka. Bisa jadi dia hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tidak tahu kalau suaminya adalah pembeli seks hingga akhirnya tertular HIV. Atau, dia adalah anak yang tertular oleh ibunya, atau karena transfusi darah yang terkontaminasi HIV.

Tak ada gunanya mencela atau mendiskriminasikan ODHA. Mereka juga sama seperti kita, yang butuh dukungan saat sedang terpuruk, yang ingin sembuh ketika sakit, dan ingin hidup normal meski dengan virus HIV. Yang harus kita perangi adalah virusnya bukan orangnya.

Mengingat HIV tertinggi terjadi pada ibu rumah tangga, kita kembali merujuk pada QS. Al-Isra' ayat 32. Allah sudah memperingatkan kita untuk tidak mendekati zina. Perzinahan merupakan perbuatan yang keji dan buruk.  Setialah pada pasangan bagi yang sudah menikah, menikahlah bagi yang belum menikah, berpuasalah bagi yang belum mampu menikah. Ingatlah balasan Allah yang sangat pedih untuk seorang pezina.

Tema Hari HIV AIDS sedunia kemarin tanggal 1 Desember 2016 adalah "Hands up for #HIVprevention", artinya kita harus menutup kemungkinan-kemungkinan atau celah yang dapat menyebabkan masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang. QS. Al-Isra' ayat 32 merupakan salah satu upaya yang paling utama dalam aksi "Hands up for #HIVprevention". Lebih baik menghindari daripada melakukan perilaku beresiko. Meski ada Pre-exposure prophylaxis (or PrEP), yaitu obat bagi orang yang negatif HIV namun beresiko tinggi tertular, bukan berarti kita boleh melakukan perilaku beresiko. 

Put Your Hands Up for #HIVprevention! Serukan kampanye memerangi penyebaran HIV agar tidak ada lagi orang yang meninggal karena HIV dan AIDS.

2 komentar:

  1. iyahh mbaa bermanfaat sekali infonya....ternyata memang benar sekali islam telah mengajarkan tentang perbuatan zina, memang sekarang sudah zamanya yang serba teknologi dan orang pun bisa dengan mudahnya melihat film2 yang begitu, dan akhirnya tidak terbendung hasratnya.
    Harus dengan adanya bimbingan buat masa depan kita atau anak-anak kita nanti untuk menjauhi yang namanya perbuatan yang tidak baik, ada baiknya kita untuk mengajarkan ilmu agama buat anak kita nanti dan bisa membangun ssuatu akhlak yang baik demi masa depanya kelak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, benteng agama sejak dini perlu banget itu... setuju banget

      Hapus