Takdirku adalah yang Terbaik Untukku

08.12 Ala Teh manis 2 Comments

*Tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui, ini hanyalah rangkuman dan ulasan dari ceramah Ustad Ali Jaber ditambah contoh dan pengalaman pribadi. Klik Link Youtube nya di sini.


boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, takdir adalah ketetapan atau ketentuan Tuhan. Dalam Islam, kita meyakini Takdir sebagai iman yang ke 6, yaitu iman kepada qada' dan qadar. Pengertian Qada menurut istilah adalah segala ketentuan atau keputusan Allah SWT terhadap mahluk-Nya sejak zaman azali. Qadar adalah perwujudan dari qada yaitu ketetapan Allah SWT yang telah terjadi.

Surat Al-Baqarah ayat 216 di atas menjelaskan bahwa Allah Maha Tau atas segala sesuatu sedangkan kita tidak, namun terkadang sebagai manusia, kita suka sok tau dan terlalu percaya diri dengan suatu pilihan.

Contoh kasus: Si Sinta lagi jatuh cinta sama seseorang. Secara dia tipe idaman banget, udah pinter, pantes juga buat gandengan kondangan, pinter ngaji dan lain sebagainya. Terus saking ngebetnya, akhirnya si Sinta berdoa:
"Ya Allah, dekatkan dia dengan aku. Jangan dekatkan dengan orang lain, please..." 
Nah, ini yang dimaksud dengan terlalu percaya diri. Apakah yang kita sukai sudah pasti yang terbaik untuk kita? Kita tidak pernah tau. Seperti contoh si Sinta, bisa jadi cowok yang dia suka ternyata homo, atau ternyata dia memiliki penyakit mematikan, atau mungkin ternyata dia jahat pada saudara dan orang tuanya, dll. Allah bisa saja mengabulkan apa saja yang kita minta, tapi jangan mengeluh apabila dikemudian hari  tidak mendapatkan kehidupan seperti yang kita inginkan. Jadi mungkin lebih baik bila kita berdoa seperti ini;
"Bila memang Dia yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhiratku, maka mudahkan dan dekatkan. Tapi kalau tidak, jauhkanlah, kuatkanlah imanku, dan pertemukan aku dengan seseorang yang terbaik dari sisi-Mu".
Contoh kasus nyata yang disampaikan oleh Ustad Ali Jaber, adalah cerita tentang seseorang yang sangat menginginkan anak. Beliau mohon didoakan untuk memiliki keturunan. Ustad mendoakan kalau keturunan itu baik semoga segera diberikan oleh Allah, tapi kalau tidak semoga mendapat ganti yang lebih baik. Orang tersebut tidak mau, dia ingin didoakan segera mendapatkan keturunan. Akhirnya setelah didoakan, tak lama kemudian istrinya hamil dan melahirkan anak kembar, namun dua-duanya cacat. Kemudian orang tersebut bilang "Kalau begini mending tidak usah punya anak...". Hmm, no coment.

Pengalaman pribadi saya adalah tentang pekerjaan. Dulu waktu masih jadi jobseeker, saya mengikuti tes di sebuah perusahaan yang sangat saya inginkan. Setelah tes, saya pasrah aja sambil berdoa  bila memang ini yang terbaik, semoga Allah memberi kemudahan lolos tes. Bila memang tidak baik untuk kehidupan dunia dan akhirat, semoga Allah memberikan kekuatan dan petunjuk agar saya mendapatkan yang terbaik. Ternyata Allah tidak mengijinkan saya lolos. Sempat kecewa sih, tapi inget sama doa yang sudah di sebutkan tadi, akhirnya saya mencoba berfikir positif, bahwa Allah memiliki pilihan lain yang lebih baik. Alhamdulillah, saya tidak menyesal, meski harus melalui berbagai proses hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan saat ini. Tak beberapa lama setelah itu, teman saya yang berhasil lolos di perusahaan tersebut mengeluhkan sistem kerja yang dianggap tidak barokah meski gajinya besar.

Mengutip dari Ustad Ali Jaber " Yakini dan percaya, bila Allah memberikan kemudahaan, berarti itu adalah pilihan-Nya. Bila kita sudah memilih, jangan sampai disalah gunakan. Jadikan apa pun yang diberikan oleh Allah bermanfaat dan berguna bagi orang lain."

Nikmati kehidupan ini apa adanya karena  kita sudah diberikan yang terbaik. Ada tiga nikmat yang tidak bisa di beli, yaitu:

  1. Nabi yang terbaik, Muhammad SAW
  2. Kitab yang terbaik, Al Quran, dan
  3. Agama yang terbaik, agama Islam

Orang yang terkaya bukanlah yang bergelimang harta, tapi Rasul menggambarkan orang yang terkaya adalah orang yang memiliki 3 hal berikut ini:
1.       Bangun subuh sehat wal'afiat.
2.       Aman
3.       Memiliki rizki yang cukup hari ini.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dan dibedakan tentang Takdir, yaitu:
  1. Takdir Kauni, adalah  takdir yang kita tidak bisa ikut campur tangan di dalamnya, Ex: kematian, sakit, rizki, dll
  2. Taqdir Syar'i adalah takdir yang memiliki pilihan baik untuk ibadah maupun maksiat.
Tanamkan kepercayaan di hati dengan berbaik sangka. Apa pun yang datangnya dari Allah, ucapkan Alhamdulilah agar hati menjadi tenang. Baru setelah itu ucapkanlah innalillah. 

Setiap bencana yang menimpa di Bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuuz) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. [QS Al Hadid (57): 22]
Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.  [QS Al Hadid (57): 23]

Jangan putus asa terhadap sesuatu yang kita inginkan tapi sudah berlalu. Wallahu A'lam (Allah lebih menyetahui apa yang tidak kita ketahui).

2 komentar: