Surah Al-Qaari'ah: Membahas Tentang Hari Kiamat

21.06 Anis lotus 0 Comments

Surabaya
Jum'at, 27 Januari 2017
Oleh: Ustad Ma'ruf Nursalam


1. Hari Kiamat.
Karena kengerian-kengerian yang terjadi di dalamnya sangat menggetarkan kalbu.

2. Apakah Hari Kiamat Itu?
Ungkapan ini menggambarkan tentang kengerian.

3. Taukah Kamu Apa Hari Kiamat itu?
Ungkapan ayat ini menambah kengerian yang terdapat di hari kiamat.

Catatan tambahan:
Dalam pembahasan Khauf dan Raja': Sesungguhnya orang yang beruntung adalah orang yang jiwanya selalu merasa takut dan penuh harap kepada Allah

4. Pada Hari Itu Manusia Seperti Anai-Anai yang di Hambur-Hamburkan.
Atau seakan-akan belalang-belalang yang dihambur-hamburkan; sebagian di antaranya terbang beriringan dengan yang lain secara semerawut. Demikian itu karena mereka dalam keadaan kebingungan, hal ini berlangsung terus hingga mereka dipanggil menjalani perhitungan amal perbuatan.

5. Dan Gunung-Gunung Seperti Bulu-Bulu yang di Hambur-Hamburkan.
atau bagaikan wook yang terhambur-hamburkan, karena ringannya, sehingga jatuh kembali rata dengan tanah.

6. Dan Adapun yang Berat Timbangannya.
Artinya amal  kebaikannya lebih besar daripada

7. Maka Dia akan Berada Dalam Kehidupan yang Memuaskan
Yaitu berada dalam surga; atau dengan kata lain kehidupan yang diterimanya itu sangat memuaskan.

8. Dan Adapun Orang yang Ringan Timbangannya
Artinya keburukannya lebih berat daripada amal kebaikannya.

9. Maka Tempat Kembalinya adalah neraka Hawiyah

10. Dan Taukah Kamu Apakah Neraka Hawiyah Itu?

11. Api yang Sangat Panas.  
Neraka Hawiyah adalah yang panasnya luarbiasa

Catatan tambahan:
Hisab: ditunjukkan catatan amalnya, diberikan ingatan. Semua kesalahan diingatkan tidak ada yang dilupakan.
Timbangan: ditimbang amal baik dan buruknya. Maka azab sehari akan dirasakan seperti seribu tahun.

Orang yang timbangan amal baiknya lebih berat akan langsung masuk surga. Ada 7 Golongan yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat nanti:
1. Pemimpin yang adil. 
(yang memiliki wilayah, yang memiliki angkatan bersenjata untuk mempertahankan wilayahnya. Maksudnya adalah adil dalam menjalankan hukum Allah.)
2. Orang yang hatinya selalu terikat di masjid. 
(Hatinya beriman, sholat di masjid tidak akan ketinggalan kecuali alasan syar'i, lebih memilirkan masjid daripada rumah, dan menghidupkan masjid)
3. Pemuda yang tumbuh terus dalam beribadah kepada Allah. 
(Menerapkan keseharian dengan tujuan ibadah, mulai dari makan, minum, tidur, dll)
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah. 
(Bertemu karena Allah, berpisah juga karena Allah. Hal ini bisa terjadi karena cinta dan ketaatan kepada Allah.)
5. Seorang laki-laki yang dirayu wanita cantik, berkedudukan dan kaya, tapi dia mengatakan takut kepada Allah. (Hawa nafsu dari beberapa sisi, jabatan, harta, dan kecantikan tapi semua itu haram)
6. Orang yang menyedekahkan sebagian hartanya dengan tangan kanannya, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui.
7. Orang yang berzikir dan bermunajat kepada Allah sampai meneteskan aircmata di waktu sepi. Artinya dia takut kepada Allah (dua mata orang ini tidak akan tersentuh api neraka)

Bagaimana timbangan kejelekan sama dengan kebaikan?
Maka rahmat Allah lebih besar daripada murkanya.

Dalam  (QS. Al An’am: 160) Allah berfirman:
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

0 komentar: