Generasi Langit Biru, Demi Masa Depan Indonesia yang Lebih Cerah

17.36 Anis lotus 10 Comments


Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia sangatlah pesat, yaitu enam juta unit per tahun. Menurut data hasil registrasi kendaraan, hingga Juli 2016 populasi kendaraan bermotor di Indonesia adalah sebesar 124.348.224 unit. Jumlah tersebut nyaris mencapai 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia saat ini.

Melihat banyaknya jumlah kendaraan bermotor tersebut, tentunya konsumsi BBM Masyarakat juga akan terus meningkat . Selama ini pasokan minyak berasal dari produksi dalam negeri dan impor. Hal ini dikarenakan Indonesia hanya bisa memproduksi minyak sebesar 39 juta Kiloliter (KL) per tahun sedangkan kebutuhan masyarakat sebesar 72 juta KL per tahun.

Untuk mengurangi ketergantungan kita pada pasokan minyak impor, Pertamina mulai meningkatkan pasokan dalam negeri dengan perbaikan infrastruktur di empat kilang minyak (RU V Balikpapan, RU VI Balongan, RU IV Cilacap, dan RU II Dumai) yang ada di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta perencanaan pembangunan dua kilang minyak baru di Tuban dan Bontang.

Salah satu proyek peningkatan kapasitas produksi kilang minyak yang telah dilaksanakan adalah Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC)  di Revenery Unit (RU) IV Cilacap. Setelah proyek RFCC selesai, pertamina terus mengembangkan RU IV Cilacap dengan memulai proyek baru yaitu "Proyek Langit Biru".

Apa itu proyek Lagit Biru?

Nama lengkap proyek ini adalah "Proyek Langit Biru Cilacap" (PLBC). Berbeda dari proyek sebelumnya yaitu RFCC, PLBC bukanlah proyek untuk meningkatkan kapasitas produksi, namun untuk menghasilkan BBM berkotan tinggi (RON 88 menjadi RON 92).

Mengapa proyek ini dilakukan di RU IV Cilacap?

Karena RU IV Cilacap merupakan kilang minyak yang paling besar dari kilang minyak lain yang ada di Indonesia. Kilang minyak ini menyumbang 60% kebutuhan BBM di pulau jawa serta 34% di Indonesia. 

RU IV Cilacap diproyeksikan menjadi kilang minyak terbesar se-Asia Tenggara dalam enam tahun ke depan. Untuk mewujudkannya, maka Pertamina melaksanakan berbagai proyek besar yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi BBM dan Non-BBM di RU IV Cicalap.

Apa Hubungannya Proyek Langit Biru dengan Kita?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, proyek langit biru adalah proyek yang dilaksanakan untuk menghasilkan BBM kualitas tinggi, dari Premium (RON 88) menjadi Pertamax (RON 92). Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memenuhi tuntutan global untuk dapat menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan jenis BBM yang ada di Indonesia. Berdasarkan tingkatan RON yang paling rendah maka dapat diurutkan sebagai berikut, Premium RON 88, Pertalite RON 90, Pertamax RON 92, dan Pertamax Turbo RON 95.

Semakin tinggi nilai RON, semakin baik pula dampaknya bagi mesin kendaraan. Hal ini disebabkan karena BBM dengan RON tinggi akan lebih lambat terbakar dan tidak meninggalkan residu pada mesin yang dapat menghambat kinerja mesin. BBM dengan nilai RON tinggi juga ramah lingkungan karena dapat meminimalisir sisa pembakaran.

Dengan banyaknya jumlah kendaraan di Indonesia, bisa dibayangkan betapa berbahayanya bila seluruh kendaraan itu memakai BBM dengan nilai RON paling rendah? Bisa-bisa Indonesia mengalami kasus polusi udara parah seperti yang terjadi di Cina.
Kota Beijing diselimuti kabut asap akibat polusi (www.voaindonesia.com)

Sejak pemerintah mengeluarkan BBM jenis baru, yaitu pertalite RON 90, masyarakat mulai meninggalkan premium RON 88. Hal ini disebabkan oleh RON pertalite yang lebih tinggi, sehingga menjadikan tarikan mesin lebih ringan. Selain itu, harga pertalite lebih murah dari Pertamax RON 92.

Tercatat mulai dari Januari hingga Juli 2017, penjualan Pertalite meningkat lebih dari tiga kali lipat, yaitu 363,7%. Demikian pula dengan pertamax yang mengalami peningkatan penjualan sebesar 53,7% dari penjualan tahun 2016. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya menggunakan BBM berkualitas baik. 

Saat ini, sebesar 34% penduduk Indonesia adalah generasi milenial, yaitu penduduk yang lahir tahun sekitar tahun 1980-2000an (umur 17-37 tahun). Dengan jumlah yang begitu besar, tentu generasi milenial memiliki peran yang sangat penting bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik. 

Salah satu bentuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik adalah dengan cara menjaga lingkungan agar tetap hijau dan langit tetap biru, dengan kata lain bebas dari pencemaran dan perusakan lingkungan. 

Menjadi Generasi Langit Biru Untuk Indonesia Lebih Baik

Nah, Bagaimana kita bisa menjaga lingkungan dari pencemaran, terutama pencemaran udara, bila jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus bertambah? Sepertinya akan sangat sulit membuat warga Indonesia lebih memilih berjalan kaki atau bersepeda ketimbang naik kendaraan bermotor, mengingat keadaan Indonesia yang tropis, alias panas, serta minimnya fasilitas yang disediakan untuk pejalan kaki dan pesepeda. Begitu pula dengan kendaraan umum. Orang Indonesia lebih memilih kendaraan pribadi daripada kendaraan umum karena faktor kemanan dan kenyamanan. Padahal dengan menggunakan kendaraan umum kita bisa mengurangi kemacetan plus polusi udara.

Meski begitu bukan berarti tidak mungkin ya, kita bisa mengusahakan berjalan kaki saja bila jarak yang ditempuh sangat dekat. Kita juga bisa sesekali naik kendaraan umum untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor di jalan raya.

Selagi kita membiasakan diri berjalan kaki dan naik kendaraan umum, kita juga bisa membantu mengurangi polusi udara dengan cara menjadi Generasi Langit Biru. Generasi yang lebih memilih bahan bakar dengan kualitas tinggi dan ramah lingkungan. Tidak hanya itu, kita juga harus menjaga lingkungan dengan kegiatan lainnya seperti tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menggalakkan gerakan menanam pohon.

Generasi milenial yang keren masa bahan bakarnya Premium? Yuk sama-sama peduli lingkungan, pilih BBM berkualitas agar langit Indonesia tetap biru!

#GenLangitBiru

Sumber Referensi:
http://www.pertamina.com
http://otomotif.kompas.com
https://www.gaikindo.or.id 
http://mediaindonesia.com/

"Alhamdulillah  tulisan ini mendapatkan Juara Favorit Lomba Blog Pertamina #GenLangitBiru"

10 komentar:

  1. Alhamdulillah udah banyak yg beralih ke pertalite dan pertamax ya mbk. Mungkin krn bagus jg buat mesin kendaraan. BTW saya pengguna transportasi umum krn gk berani naik kendaraan selama hidup di Jkt haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga biasa naik angkutan umum waktu sekolah mb, tapi karena akot lelet banget banyak habis waktu di jalan akhirnya beralih ke kendaraan pribadi. Harusnya fasilitas ankutan umum pun bs diperbaiki biar nyaman gitu ya... :D

      Hapus
  2. Sukaaaakkk.
    Proyek ini bikin optimis bahwa langit negeri ini akan tetap membiru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari namanya sj sy sudah suka mb inda... Proyek langit biru :D

      Hapus
  3. Saya pengguna pertamax. Berarti saya termasuk gen langit biru dong ya? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masukk... :D Apa pun yang dilakukan demi tujuan langit tetap biru, masuk generasi langit biru :D. Apa pun yang dilakukan demi kealayan masuk generasi kealayan (gak nyambung) wkwkwk

      Hapus
  4. dari sebelum pertalite hadir di muka bumi, saya sama suami makenya Pertamax atau yang setara (kalau beli di Shell dan pom bensin selain pertamina). berarti kita termasuk generasi berdarah biru ya... eh... langit biru! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau saya jaman2 kuliah dulu pake pertamina mba, ngirit. wkwkw.
      Sekarang Alhamdulillah pake pertamax teruss...Ikut membantu mengurangi polusi udara ya Generasi Langit Biru mba :D.

      Hapus
  5. Saya juga beralih ke pertamax,,,, tanpa ku sadari telah membantu birunya langut,hehe
    Terima KAsih infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga cuma sayang motor ya, sayang lingkungan juga :D Sama samaa

      Hapus