Bukalapak #Bukainspirasi, Ketika Benci Pengen Ngapak Menjadi Cinta Bersemi

05.47 Anis lotus 7 Comments

www.dibacaonline.com

Judulnya sudah seperti FTV ya? Haha. Tapi ini benar-benar pengalaman nyata yang saya alami di Bukalapak. Kejadiannya pun hampir sama dengan remaja ababil yang awalnya benci-bencian dulu terus ujung-ujungnya jatuh cinta. Eaaa


Bukalapak adalah salah satu marketplace di Indonesia yang memiliki jutaan pengguna. Namun pada tahun 2015-2016 saya termasuk salah satu orang yang belum antusias untuk membuka akun di marketplace ini. Alasannya, karena saya nggak berani belanja online,  takut kena tipu. Tapi lama-kelamaan saya tertarik juga untuk mencoba belanja online. Akhirnya saya putuskan untuk membuat akun di suatu marketplace (selain bukalapak). Waktu itu, di marketplace tersebut sistemnya belum se-aman sekarang. Marketplace hanya sebagai tempat pertemuan saja, mengenai proses pembayaran dan pengiriman ya terserah kesepakatan penjual dan pembeli. Jadi, tak heran kalau banyak terjadi kasus pembeli kecewa bila barang tidak sesuai dengan yang diinginkan, atau bahkan penipuan. Alhamdulillah waktu itu saya tidak mengalami yang namanya ketipu, dan barang yang saya beli juga harganya nggak terlalu mahal.

Hingga suatu hari, saya ingin membeli smartphone baru. Kebetulan saat itu smartphone yang saya inginkan belum rilis secara resmi di Indonesia. Cari-cari di toko smartphone belum ada yang jual. Akhirnya, karena kepengen banget saya memberanikan diri mencari di beberapa marketplace.

Marketplace yang saya pilih waktu itu adalah Bukalapak, karena sistemnya sudah aman. Kalau barang tidak cocok, atau ada yang rusak bisa komplain sebelum dana diteruskan ke penjual. Waktu itu marketplace lain belum menerapkan sistem ini. Singkat cerita, akhirnya saya memilih suatu toko karena harganya yang terjangkau dan penjualannya juga sudah banyak, pokoknya reputasinya baik lah ya.

Kemudian saya melakukan pemesanan dan pembayaran. Ketika barang datang, saya cek dong ya semuanya. Termasuk cek nomor imei di situs resmi merk smartphone yang bersangkutan. Katanya itu membuktikan keasliannya, kalau tidak terdaftar berarti itu barang palsu.

www.kevinmartinukcomplaint.com

Ketika cek imei, ternyata gagal terus. Kemudian layarnya juga bemasalah. Terlanjur kecewa, saya pencet komplain barang. Terus saya bilang kalau barang ini palsu soalnya saya gak bisa cek imeinya dan barang bermasalah. Eeh, penjualnya malah membalas dengan kata-kata kasar.

Secara logika, pembeli adalah raja kan? Ini kok nggak ada sopan-sopannya sama sekali. Sebagai pembeli yang awam, wajar kalau saya merasa tertipu. Kalau dia memang yakin barangnya asli kan tinggal jelaskan saja pada saya dan tunjukkan agar saya yakin bahwa barang itu asli. Ini malah balik marah, bahkan ngatain saya bodohlah, pencemaran nama baiklah. Pencemaran nama baik dari mana coba? Padahal saya komplain lewat percakapan antara penjual dan pembeli saja dan diawasi operator bukalapak. Setelah saya lihat-lihat, beberapa pembeli lain yang komplain juga mengatakan kalau penjual ini emosional sekali.

Akhirnya, karena saya orangnya malas bermasalah lama-lama, saya cuma minta barangnya diperbaiki, dan tetap saya beli. Setelah itu saya jadi trauma membeli barang di bukalapak. Saya bersumpah nggak akan pakai bukalapak lagi untuk beli barang online. Saya tutup akun saya hingga beberapa puluh tahun ke depan (karena akun tidak bisa dihapus).

Setahun kemudian setelah kejadian itu....  Saya menikah. 

Terus apa hubungannya sama bukalapak??? 

Haahaa

Jadi, ternyata saya menikah dengan orang yang hobi belanja online, dan marketplace favoritnya adalah bukalapak. Apa-apa belinya di bukalapak. Sedangkan saya, apa-apa belinya di marketlpace satunya. Lalu kemudian dia tanya, "buka lagi lah akun bukalapaknya, biar lebih mudah transaksinya"

Emang apa bedanya? Tanya saya. Lalu suami saya menjelaskan kalau transaksi di bukalapak itu cepat konfirmasinya setelah pembayaran. Tidak perlu menunggu lama, atau ribet-ribet upload bukti pembayaran. 

Well, satu hal positif itu masih belum membuka hati saya yang tertutup rapat. Kemudian terjadilah suatu peristiwa ketika saya melakukan transaksi di marketplace biasanya dan tidak tau harus mengadu pada siapa karena ternyata marketplace tersebut tidak memiliki service center. Oh My, penanganannya sangat lambat, hampir-hampir saya ikhlaskan saja. 

"Kan sudah dibilang, bukalapak lebih enak, lebih aman dan nggak ribet" kata pak suami. 

Akhirnya, mulailah saya membuka hati kembali untuk bukalapak. Toh masalah yang dulu yang salah pelapaknya, bukan bukalapak. Saya aktifkan kembali akun di bukalapak dan mulai bertransaksi di sini. Lama kelamaan hati saya lebih condong ke marketplace ini, apa-apa carinya di bukalapak. 

Makin jatuh cinta lagi ketika saya puas berbelanja barang-barang perlengkapan bayi untuk menyambut kelahiran anak pertama. Hingga timbul ide untuk memulai usaha menjual perlengkapan bayi. 


Ide itu pun terealisasi. Akhinya sekarang saya bukan hanya sebagai pembeli di bukalapak, tapi juga sebagai penjual. Dari sini saya banyak belajar, bahwa menjadi penjual itu tidak mudah. Saya mulai mencari dan mencari bagaimana caranya agar jualan saya cepat laku. Senangnya hati ini mengetahui bahwa bukalapak punya komunitas yang saling berbagi antara penjual yang sudah tingkat dewa pada pedagang yang masih receh seperti saya. Mulai dari tips-tips promosi, branding sampai hal packaging. 


Memang saat ini saya belum menjadi pedagang Top Seller. Tapi saya terus belajar dan berusaha. Makin sering buka bukalapak, makin banyak inspirasi mengalir. Makin banyak belajar, makin jatuh cincay deh sama bukalapak. Bukalapak #bukainspirasi, dulunya benci, sekarang jadi cinta deh..  <3

kita juga jual buku dan media pembelajaran lho:) 

7 komentar:

  1. wahh saya sara disetiap marketplace selalu ada oknum seller yg beretikad buruk mbak, jd kalau di pukul rata marketplacenya jelek gegara 1 oknum ga fair jg hahaha

    tp akhirnya balik lg deh ke buka lapak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa... Tapi udah kadung trauma waktu itu. Ungtunglah kembali jadi pengguna bukalapak. Hihi

      Hapus
  2. Wah kayak suamiku berarti suaminya mbak. Sukanya belanja di buka lapak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa kebanyakan para lelaki sukanya di bukalapak ya... gak ribet katanya. WKwkwk

      Hapus
  3. belanja di bukalapak ituu mudah mbak aq aja sering beli barang disana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa... maka dari itu sekarang saya jatuh cinta sama bukalapak 😁

      Hapus
  4. Mantapp mbak, bukalapak pokonya bikin kantong teriak mulu... Apa aja pengen dibeli..

    BalasHapus