Tiga Energi Indonesia Dalam Maskot Asian Games 2018

10.27 Anis lotus 0 Comments

www.setkab.go.id

Indonesia!! Prok Prok Prok
Indonesia!! Prok Prok Prok
Go Jojo Go Jojo Go!

Eh, kok jadi nyasar ke Jojo? Emang siapa sih Jojo? Seliweran di semua sosmed, instagram, facebook, tweeter, youtube, mau itu story atau timeline, semua pada ngomongin dia. Yang nggak tau, ketauan deh gak nonton pertandingan yang endingnya bikin emak-emak salfok (salah fokus). Haha

Itu cuma salah satu pertandingan di Asian Games 2018 yang bikin heboh dunia maya. Masih ada puluhan pertandingan lain yang sukses bikin kita sebagai warga Indonesia bangga atas prestasi anak bangsa. Indonesia saat ini berada di urutan ke-4 setelah China, Jepang dan Korea. Para Atlit berhasil meraih 30 Emas, 24 Perak dan 40 Perunggu, sungguh prestasi yang membanggakan kan?! Lawan tandingnya bukanlah negara yang bisa diremehkan. Bertandangnya Indonesia di lima besar adalah sebuah optimisme, bukan tidak mungkin beberapa tahun kemudian Indonesia akan melesat mengalahkan negara-negara maju lainnya.

Indonesia negara yang sangat kaya. Memiliki berbagai macam suku etnis dan budaya, tapi tetap satu jua. Sungguh saya merinding ketika menyaksikan pembukaan Asian Games 2018. Indonesia seakan bersatu menampilkan yang terbaik. Itu hanyalah sebuah pertunjukan yang dimainkan segelintir rakyat Indonesia. Bayangkan jika seluruh Indonesia bersatu! 

Berbeda-beda tapi tetap satu jua merupakan arti dari semboyan kita Bhineka Tunggal Ika. Makna ini juga menjadi sumber inspirasi dari tiga maskot Asian Games 2018, yaitu Bhin Bhin, Atung dan Kaka. Tiga maskot ini tidak hanya merepresentasikan energi Asian Games, tapi juga energi untuk Menuju Indonesia Maju.

Bhin Bhin

Maskot yang pertama adalah Bhin Bhin yang terinspirasi dari burung cantik asal kepulauan Papua. Jenis burung cendrawasih yang digunakan sebagai maskot ini adalah Cendrawasih kuning Besar (Paradiseaea apoda). Bhin-bhin terlihat memakai rompi dengan motif asmat khas Papua. Burung yang hampir punah ini merepresentasikan strategi.

Dalam pertandingan Asian Games, tentu strategi adalah hal yang harus dipikirkan secara matang apabila ingin memenangkan pertandingan. Olahraga yang membutuhkan strategi jitu misalnya catur, sepak bola, basket, panahan, dan lain sebagainya.

Energi ini tidak hanya dapat diartikan dalam Asian Games, tapi juga dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Strategi dimulai dari fleksibilitas regulasi dalam menghadapi perubahan global. Maka diperlukan data yang tepat dan akurat sebagai dasar penentu kebijakan. Strategi sangatlah bergantung pada para pemangku kebijakan. Mereka haruslah tim kerja yang kompeten dibidangnya. Bukan yang sekedar duduk dan tidak tau apa yang harus dilakukan. 

Dalam kabinet pemerintahan periode kali ini, ibu Sri Mulyani dan Ibu Susi Pudjiastuti adalah mentri favorit saya. Keduanya menguasai betul bidangnya dan tau kebijakan-kebijakan apa saja yang diperlukan untuk kemajuan Indonesia. Tapi bukan berarti pemangku kebijakan lain tidak bekerja dengan baik, Insya Allah semua pemimpin kita amanah ya, kita sebagai rakyat Indonesia turut mendukung dengan tetap menjaga etika yang baik sebagai warga. Menjaga persatuan dan kesatuan dan tidak membuat kerusuhan yang hanya akan menimbulkan perpecahan. 

Atung

Rusa Bawean (Hyelaphus kuhlii) yang terancam punah dijadikan sebagai maskot berikutnya. Dengan memakai kain batik tumpal khas betawi, Atung merepresentasikan kecepatan. Olahraga yang membutuhkan kecepatan seperti lari, balap sepeda, dayung dan lain sebagainya. 

Berbicara tentang menuju Indonesia maju, kecepatan untuk berubah mengikuti trend global sangat diperlukan. Seperti misalkan di bidang ekonomi, dimana pedagang yang dulunya adem ayem memiliki toko dan tempat strategis kini kalah dengan toko online yang rajin promosi. Jadi mau tidak mau kita harus berubah bila ingin lebih maju. Terbuka pada perubahan membuat kita cepat menyusul ketertinggalan. 


Kaka

Kaka adalah badak jawa atau badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) yang jumlahnya sangat kritis di dunia ini. Kaka menggunakan kain khas Palembang, yaitu motif bunga. Maskot terakhir ini merepresentasikan kekuatan. 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat. Bangsa yang bila bersatu maka seluruh dunia pun akan takluk, maka tak heran jika banyak pihak yang ingin Indonesia terpecah belah. Marilah kita renungkan kembali makna Bhineka Tunggal Ika ini. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. 

Meski dalam Asian Games 2018 Indonesia belum ada di urutan pertama, tapi kita harus berbangga, karena kita sedang menuju puncak kejayaan. 

Itulah tiga energi yang tertuang dalam maskot Asian Games 2018. Tidak hanya untuk event ini, tapi juga menjadi pemicu Indonesia yang lebih maju di masa yang akan datang. Terimakasih atas perjuangannya para atlit! Selamat berjuang Indonesia!

Referensi:
http://www.setkab.go.id

0 komentar: