Ibu Rumah Tangga Tanpa Pembantu? Syiaaap!

07.03 Anis Lotus 2 Comments

solusiibuattack.com

Saat menulis tulisan ini, dengan kebingungan saya bertanya pada mas suami, "Apa pekerjaan rumah tangga yang aku sukai?" dia jawab, "mana ada pekerjaan yang disukai istriku?", hahahaha. Jawaban yang sangat membantu yak...

Tema BPN Challenge kali ini membuat saya kebingungan, karena jujur saja nggak ada pekerjaan rumah tangga yang saya sukai. Pengennya tiduran aja terus bangun-bangun pekerjaan rumah sudah selesai. Hehe

Saya adalah seorang ibu rumah tangga tanpa pembantu, semua pekerjaan saya kerjakan sendiri. Saya beri gambaran ya tentang kegiatan saya sehari-hari.

Pagi hari setelah sholat subuh saya langsung ke dapur untuk cuci piring dan memasak. Biasanya kegiatan ini akan selesai sekitar jam setengah tujuh. Setelah selesai masak, saya langsung menyiapkan baju suami untuk bekerja. Setiap hari nyetrika baju karena tidak sempat menyetrika dalam jumlah banyak.
Dok. Pribadi

Biasanya setelah menyiapkan baju suami,Aisyah mulai agak cranky, jadi saya susuin dulu agar dia tidur. Dia bangun pagi sebelum subuh atau pas subuh, wajar kalau mengantuk setelah main bersama ayahnya selama saya di dapur. Tapi kadang kalau dia belum mengantuk saya langsung panaskan air untuk mandi. 
Dok. Pribadi

Memandikan dan memakaikan baju Aisyah ini harus dengan tenaga dan stok sabar yang full ya.. Haha. Maklum saya ibu baru yang masih terus belajar.  Dulu waktu masih belum banyak tingkah, memandikan Aisyah adalah hal yang tidak terlalu sulit, tapi ketika dia sudah bisa duduk dan berdiri, Subhanallah susahnya. Air sering masuk mulutnya ketika dikeramasi karena anaknya tidak mau diam. Kalau pakai baju, keringat saya sampai mengucur karena celananya sulit dimasukan ke kaki, juga dengan bajunya, dia tidak suka tangannya dipegang dan dimasukkan ke lubang lengan baju. 
Dok. Pribadi

Setelah semua drama itu, kalau belum mengantuk juga saya langsung memberinya sarapan. Selagi saya memberi Aisyah sarapan, jam 7 pagi suami sudah siap-siap berangkat ke kantor.

Setelah itu saya bemain sebentar bersama Aisyah. Sekitar jam 9 pagi, biasanya ada tukang sayur yang lewat, jadi saya berbelanja untuk bahan memasak besok pagi.

Biasanya tidak lama setelah berbelanja Aisyah ngantuk lagi nih. Jadi saya susuin dulu agar tidur. Selama Aisyah tidur, saya cepat-cepat mandi, membereskan rumah, mencuci pakaian, menjemur kalau sempat. Kalau tidak sempat dilanjut di waktu Aisyah tidur berikutnya. 
Dok. Pribadi

Setelah semua pekerjaan selesai, saya lanjut mengurusi jualan online yang saya jalankan. Mulai dari print orderan, packing sampai menghubungi para kurir ekspedisi. Pekerjaan ini tidak sekaligus selesai, ketika Aisyah bangun waktu packing melambat karena saya harus menemaninya bermain, kadang dia rewel dan minta susu, pokoknya ada saja yang membuat proses packing menjadi lambat hingga tiba waktu makan siang.

Bila waktu makan siang tiba saya harus meninggalkan semua pekerjaan dan fokus memberi makan Aisyah. Proses makan tidak lebih dari 30 menit. Setelah itu saya sholat duhur dan kembali menyusui Aisyah yang mulai mengantuk.

Setelah dia tidur saya lanjut mengerjakan pekerjaan yang belum selesai seperti menjemur baju, membereskan rumah yang berantakan lagi, mengangkat baju yang kering dan melipatnya.

Tak terasa waktu menunjukkan jam setengah tiga, biasanya Aisyah sudah bangun. Saya menemaninya bermain sejenak setelah sholat Ashar, lalu jam setengah 4 atau jam 4 dia mandi. Jam setengah lima Aisyah makan sore. Oya, saya suka membuatkan Aisyah puding dari campuran biskuit dan buah mangga kesukaannya. Biasanya sore begini dia cukup makan itu saja, meskipun kadang tetap makan nasi dan pudingnya dimakan menjelang jam 6 malam.
Dok. Pribadi


Ketika adzan Magrib berkumandang, saya siap -siap dan menyiapkan Aisyah untuk pergi ke masjid. Alasan saya mengajak Aisyah ke masjid adalah agar dia bertemu dengan banyak anak kecil lainnya sekaligus mengenalkan kegiatan ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam.

Pulang dari masjid kita mengaji bersama. Saya saja sih yang mengaji, Aisyah biasanya duduk di depan saya sambil pegang-pegang, atau ikut menunjuk ayat, atau meremas lembaran Al Quran, tak masalah asal dia tetap di dekat saya dan mendengarkan saya mengaji.

Jam tujuh malam biasanya dia sudah menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Saya menyusui lagi untuk kesekian kalinya hingga dia tertidur. Sering kali waktu lagi menyusui begini suami saya datang. Jam setengah 8 atau jam 8 malam suami baru pulang. Kalau dia kecapekan, tak jarang emak-emak ini langsung menjelma jadi tukang pijat urut. Haha

So, kalau ditanya pekerjaan rumah tangga mana yang paling saya suka? Jujur saja saya bingung. Hahaha. Tapi kalau disuruh memilih, sepertinya saya akan memilih memasak dan mencuci. Kenapa? Karena memasak itu seperti pekerjaan seni yang membutuhkan insting agar masakan menjadi menarik tapi juga enak. Apalagi kalau mencoba resep baru! Saya sangat bersemangat! Hehe. Kalau mencuci, itu karena saya pakai mesin cuci, tinggal masukkan dan pencet tombol, selesai deh! Urusan menjemur dan menyetrika itu belakangan. Kapan-kapan! Haha

Emak-emak lain seperti aku juga nggak ya kegiatannya? Penasaran...


2 komentar:

  1. Wekeke. Emang ga enak si ngerjain kerjaan rumah. Aku pun lebih suka nyapu drpd nyuci wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk ila kebalikanku, lebih suka nyuci daripada nyapu 😂

      Hapus