Anak Picky Eater? Santai Mak, Kamu Tidak Sendiri!

10.24 Anis lotus 0 Comments


"aaaa... ayo nak makan... aaaa"

Emaknya buka mulut lebar, berharap anaknya ikutan buka mulut. Sayang, selebar apa pun mulut emaknya dibuka, si anak tetap mengunci rapat mulutnya. Lelah, frustasi, khawatir, geregetan menjadi satu, hingga tak jarang bunda meluapkannya dengan amarah atau bahkan menangis putus asa. Belum lagi suara-suara netijen yang tak bisa diredam,

Netijen A,"duh, anaknya kok susah makan ya... anak-anakku dulu aman-aman aja ya, makannya lahap semua".
Netijen B, "Pantesan makin kurus ya..."
Netijen Z, "Bundanya nih, masaknya kurang enak, kurang keeereatip.."

makin didengarkan makin pengen nyemplung sumur ya mak? Santai mak, kamu tidak sendiri! Banyak ibu yang mengalaminya termasuk saya.

Awalnya anak saya, Aisyah, makannya lahap. Apalagi kalau makan sama telor ceplok menu favoritnya. Nggak usah disuruh buka mulut dia sudah nyosor duluan. Hingga umur 13 bulan, dua giginya tumbuh di bawah. Dia kesakitan dan menjadi malas makan. Awalnya saya positif thinking, nanti kalau giginya sudah tumbuh dan sakitnya berkurang dia akan makan lahap lagi. Ternyata memang benar, makannya kembali lahap, tapi yang dimakan cuma nasinya saja! puyeng nggak tuh?

Sebagai ibu pasti khawatir kalau anak nya makan pilih-pilih seperti itu. Takut nutrisinya tidak terpenuhi. Setelah tanya sana sini, ternyata banyak juga ibu yang mengalami bahkan sampai usia 2 tahun makannya tetap nasi. Saya tidak mau Aisyah terus-terusan begitu. Sempat mau pergi ke dokter Sp.A untuk konsultasi, tapi karena bingung memilih dokter Sp.A yang enak diajak konsultasi, akhirnya sampai sekarang tidak terlaksana. Saya coba bersabar, mecoba tips-tips dari dokter yang sharing cara mengatasi anak picky eater.

1. Jangan Memaksa

Ya, saya sepakat dengan ini. Betapa pun frustasinya kita, tidak perlu marah atau memaksa anak untuk makan. Karena sebenarnya mereka sedang dalam proses belajar. Marah hanya akan membuatnya trauma, tidak akan membuatnya menjadi mau makan. Maka, BERSABARLAH wahai para Emak! Sabar yang tidak ada batasnya, cuma itu yang bisa kita lakukan saat frustasi.

2. Tetap menawarkan makanan yang beragam

Meski tidak dimakan, paling tidak dia melihat bentuk makanan lain yang disajikan. Seperti kasus anak saya, dia cuma mau makan nasi saja, tapi saya tetap menghidangkan ikan dan sayur di piringnya. Saya biarkan dia melihat. Semakin sering melihat semakin baik.

Dia menyentuh makanan selain nasi sudah prestasi buat saya, apalagi mencicipinya. Meskipun akhirnya dilepeh juga tidak apa-apa, yang penting dia sudah merasakannya. Kalau kata dokter kan anak butuh 7-15 kali percobaan untuk menerima makanan baru.

3. Mencontohkan Makan

Selain menyajikan, saya juga mencontohkan pada Aisyah bahwa makanan yang disajikan itu bisa dimakan dan enak. Benar saja, melihat saya makan, dia penasaran dan ikut makan. Meski akhirnya dilepeh juga tidak apa-apa. SABAAAAR!

4. Makan Bersama

Makan bersama sudah saya coba juga. Dia memang lebih lahap, meski yang dimakan ya tetap nasinya saja. Haha... SABAAAAR!

5. Terjadwal dan tidak lebih dari 30 menit

Ya, saya selalu mengusahakan agar durasi makan Aisyah tidak lebih dari 30 menit. Meski makannya hanya sesuap, kalau sudah 30 menit, saya akan membereskan makanannya. Aisyah saya jadwaklan untuk makan tiga kali sehari, pagi, siang dan sore. Waktu ngemilnya dua kali, yaitu dua atau tiga jam setelah makan pagi dan siang.

Karena Aisyah cuma mau makan nasi, maka saya ganti asupan proteinnya dengan susu formula (150ml per hari) dan camilan, serta asupan vitaminnya dengan buah. Berharap itu cukup memenuhi kebutuhannya.

Alhamdulillah, perkembangan terakhir setelah proses tersebut, Aisyah mulai mau makan tahu dan tempe, telur meski cuma putihnya saja dan yang lain-lain akan terus saya suguhkan. Selain itu akan saya coba-coba formulasi apa kira-kira yang dia suka agar mau makan daging ayam, hati atau sapi.

Semangat Mak! Yang penting SABAAAARR! Kalau tidak kuat, boleh lambaikan tangan, konsultasi pada Dokter Sp.A terdekat.

0 komentar: