Awalnya sulit, Akhirnya Ketagihan!

04.21 Anis lotus 0 Comments

www.passion4people.org
“Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sedekah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqoroh: 261)

Sungguh itu adalah balasan yang sangat menggiurkan dari Allah untuk orang yang bersedekah. Namun Ternyata sedekah tidaklah semudah yang saya bayangkan. Ada sikap kikir dalam diri ini untuk mendermakan sebagian harta. Ada perasaan takut jatah bulanan berkurang karena bersedekah. Perasaan itu saya miliki saat masih bersekolah. Maklum lah, uang bulanan dari orang tua harus saya irit-irit. Bukannya saya tidak pernah bersedekah, pernah, tapi tidak sepenuh hati.

Setelah lulus dan bekerja, saya mulai merenungi lebih dalam tentang sedekah. Sekarang saya memiliki uang dari hasil keringat sendiri. Apakah saya akan terus begini? Selalu perhitungan ketika bersedekah? Bagaimana caranya agar bisa bersedekah tanpa perthitungan?
viva.co.id

Mulai rutin bersedekah setiap bulan. Itulah yang saya lakukan untuk melatih diri. Meski jumlahnya tidak banyak asal konsisten. Seperti Sabda Rasulullah:

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit." (HR. Muslim no. 783)

Sejak merutinkan bersedekah meski sedikit, perasaan khawatir akan kekurangan jatah bulanan mulai memudar. Pertanyaan yang selalu mucul dari dalam diri "Cukup nggak ya uang bulananku nanti kalau ku sedekahkan sekian..." berganti menjadi "Cukup nggak ya sedekah segitu?" 

Memang bersedekah tidak hanya dengan harta, seperti sabda Rasulullah,


“Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya: engkau berlaku adil kepada dua orang (yang bertikai/berselisih) adalah sedekah, engkau membantu seseorang menaikannya ke atasnya hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah." [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Namun kali ini saya memang ingin lebih fokus membahas pengalaman saya tentang sedekah harta. Saya merasakan sendiri, bahwa berbagi apa yang kita punya terutama harta, tidak hanya membuat hati menjadi tenang, tapi juga merasa bahagia. Entah darimana kebahagiaan itu datang ketika saya bisa memberi kepada orang yang membutuhkan. Bahkan di satu titik ketika saya sedang kesulitan keuangan, tidak ada hal lain yang bisa menenangkan hati selain sedekah harta.
thejournal.ie

Ternyata ada penelitian yang mendukung pernyataan saya tersebut. Dikutip dari Tempo, Para ilmuan di Swiss menguji coba 50 orang dengan menggunakan pemindaian otak untuk melacak aktivitas di daerah otak yang terkait dengan sosialisasi, pengambilan keputusan dan kebahagiaan. Mereka menemukan, bahkan tindakan dengan kemurahan hati yang kecil atau hanya dengan beramal, dapat memicu perubahan otak yang membuat orang lebih bahagia.

“Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.” (QS. Saba’: 39)

Seperti ayat di atas, Allah akan mengganti segala bentuk sedekah yang kita lakukan asal niatnya karena Allah. Sebagai orang muslim adalah kewajiban bagi saya untuk yakin dengan janji Allah SWT. Namun sifat manusiawi saya yang tidak sempurna, masih memerlukan proses untuk sampai ke tahap benar-benar yakin tanpa kekhawatiran sedikit pun. Ayat pertama yang saya sebutkan di awal tulisan ini, bagi saya belum terlihat nyata bagaimana Allah bisa melipat gandakan pahala. Saya baru yakin pada surat Al-Baqoroh: 261 setelah membuktikan sendiri surat QS. Saba’: 39.

Ketika ingin mendapatkan pekerjaan dan gaji yang lebih baik, saya berusaha dan juga meminta kepada Allah. Saya mencoba merayu Allah dengan rutin sedekah dengan separuh gaji yang pada saat itu tidak sampai Rp 500.000,-. Saya ingin membuktikan, apakah benar janji Allah itu?

Memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, Allah masih menguji kesungguhan saya. Setelah menjadi kebiasaan, barulah Allah menjawab doa-doa saya dengan rejeki yang sangat amat cukup bahkan lebih buat saya. Saya mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji di atas UMR.
www.aconsciousrethink.com
Efek sedekah sangatlah nyata. Kini sedekah  tidak lagi sesulit dulu, malah membuat saya ketagihan. Meski begitu, saya perlu berhati-hati dengan sikap riya' dan ujub.

“Ketahuilah, bahwasanya keikhlasan seringkali terserang oleh penyakit ujub. Barangsiapa yang ujub dengan amalnya maka amalnya terhapus. Begitu pula orang yang menyombongkan diri dengan amalnya maka amalnya menjadi terhapus.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 584)

“Allah tidak menerima amalan yang di dalamnya tercampuri riya’ walaupun hanya sekecil biji tanaman.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 572)

Ujub adalah penyakit hati kagum dan bangga akan diri sendiri. Untuk menghindarinya hendaklah banyak istighfar dan menyadari betapa kecilnya kita ini. Semua yang terjadi adalah atas petunjuk dan rahmat dari Allah SWT. Sedangkan riya' bisa kita hindari selain dengan istighfar juga dengan tindakan, yaitu dengan sedekah diam-diam.

Sedekah super mudah dan cepat tanpa harus diketahui orang bisa kita lakukan, yaitu dengan menyedekahkan sebagian harta melalui lembaga-lembaga yang amanah. Salah satunya adalah Dompet Dhuafa Republika, yang merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga).
WARGA Desa Melung mengkuti pengobatan gratis yang digelar Alumni SMAN 1 Purwokerto angkatan 93 bersama Dompet Dhuafa Purwokerto dalam rangkaian kegiatan reuni perak. (satelitpost.com)

Tanggal 8 Oktober 2001, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 439 Tahun 2001 tentang PENGUKUHAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional. Jadi kita tidak perlu khawatir uang yang kita sedekahkan akan disalah gunakan   karena Dompet Dhuafa adalah lembaga yang terdaftar, transparan dan legal. Melalui Dompet Dhuafa, kita bisa memilih akan dikhususkan untuk apa donasi kita nanti. Ada lima program inti dari Dompet Dhuafa, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, pengembangan sosial dan advokasi. Untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi websitenya dompet dhuafa ya... 

Cara donasinya sangat mudah, tidak perlu daftar atau membuat akun. Hari ini saya baru membayar fidyah melalui dompet dhuafa, nggak sampai lima menit sudah selesai dan tinggal menunggu konfirmasi bank.

Semoga cerita saya membuat teman-teman jadi tidak takut lagi berbagi meski dalam kondisi sulit sekalipun. Karena janji Allah itu nyata adanya! #JanganTakutBerbagi #SayaBerbagiSayaBahagia

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

0 komentar: