#MoneySmartMenginspirasi Ibu Rumah Tangga dalam Mengatur Keuangan, Hemat Beb!

05.16 Anis lotus 0 Comments


www.investopedia.com

Banyak yang bilang menjadi ibu rumah tangga adalah profesi terberat yang pernah ada... yeah, that's true! Bukan hanya sebagai chef dan cleaning service, tapi juga sebagai guru, ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan, psikolog, sekretaris, ahli dalam mengatur keuangan, dan lain sebagainya. Semua pekerjaan tersebut dilakukan dengan konstan dan terus menerus setiap hari dengan jam kerja lebih dari 8 jam sehari. Lalu berapa lama waktu istirahat seorang ibu rumah tangga? Riset di Amerika pada 2000 ibu rumah tangga yang memiliki anak umur 5-12 tahun, menunjukkan bahwa ibu hanya memiliki waktu 1 jam 7 menit untuk dirinya sendiri setiap hari. Awsome!
zeenews.india.com
Itulah mengapa profesi sebagai ibu rumah tangga tidak bisa dianggap remeh. Saya pun awalnya menganggap remeh pekerjaan ini, bahkan merendahkan. Namun justru karena sikap merendahkan itulah saya jadi tidak belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak profesional dalam menjalani pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Semakin tidak profesional, semakin berantakan pekerjaan itu kan? Maka saya menyadari bahwa profesi ini benar-benar serius dan saya harus banyak belajar.

Salah satu tugas saya sebagai ibu rumah tangga adalah mengatur keuangan. Sebelum menikah, mengatur keuangan menjadi perkara yang mudah bagi saya, namun setelah menikah dan punya anak, pekerjaan ini menjadi lebih rumit. Ada nafsu-nafsu yang tidak terkontrol ketika kita berbelanja bulanan, ada banyak dana yang luput dari pengawasan hingga tak tau kemana perginya uang tersebut, ada kesulitan dalam membagi proporsi kemana harusnya uang itu dihabiskan, dan ada beberapa hal yang membuat saya selalu berkata "Lho, kok boros banget sih, padahal kan baru beli kemarin? Apa yang salah?".

www.emaze.com

Beruntung di era digital ini kita tidak kesulitan mendapatkan informasi yang diinginkan. Tinggal ketik di mbah google, muncul lah semua informasi tersebut. Apalagi tentang mengatur keuangan, ada banyak situs yang menyediakan informasi dengan topik ini. Salah satunya adalah MoneySmart. Saya suka membaca artikel di situs ini terutama tentang budgeting.

Topik budgeting yang paling saya suka adalah tentang bagaimana cara mengatur keuangan keluarga yang sehat. Dalam banyak artikel saya menemukan penjelasan tentang Formula 50/30/20. Maksud dari formula ini adalah proporsi alokasi dana yang kita punya, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan pribadi (cicilan, belanja, dll), dan 20 persen untuk dana darurat. Formula ini sebenarnya sudah saya terapkan sebelum menikah, namun entah mengapa setelah menikah catatan keuangan menjadi kehilangan arah. Setelah membaca artikel di MoneySmart saya jadi memulai kembali mengatur keuangan sesuai proporsinya.
mygreatlakes.org
Selain tentang formula 50/30/20, ada satu artikel yang sangat menginspirasi saya, topiknya tentang menghemat listrik. Sudah saya katanya sebelumnya, ada beberapa hal di rumah yang sering membuat saya bilang "Lho, kok boros banget sih, padahal kan baru beli kemarin? Apa yang salah?". Yup! ini adalah masalah token listrik. Tidak sampai sebulan alarm listrik sudah berbunyi, tanda pulsa habis. Padahal sudah rajin mematikan listrik yang tidak terpakai, mencuci baju juga tidak sering pakai mesin cuci, TV juga saya usahakan segera dimatikan kalau tidak terpakai. Trus masalahnya dimana ya?
www.thesolutionslab.co.z

Ternyata setelah membaca artikel di MoneySmart ada dua kesalahan yang tidak saya sangka-sangka. Pertama, steker listrik yang tidak pernah dicabut meski tidak terpakai. Ini memang kebiasaan yang saya dan suami saya lakukan, mau itu cas handphone, printer, TV, dispenser, semua tetap terpasang meski tidak terpakai. Ternyata, meski tidak terpakai steker tersebut tetap mengalirkan listrik sebesar 1 watt perjam lho! Wah, ini dia mungkin kesalahan saya. Jadi mulai sekarang saya berusaha mencabut steker listrik yang tidak terpakai agar lebih hemat listrik.
www.itsmysun.com
Kedua, penggunaan lampu lampu LED ternyata lebih hemat listrik daripada lampu biasa. Memang harganya agak mahal di awal pembelian, tapi investasi untuk menghemat listrik. Kebetulan saya mau pindah rumah, jadi sekalian saja saya belikan lampu LED untuk rumah yang baru. 

Yah, jadi begitulah #MoneySmartMenginspirasi saya untuk lebih teratur lagi dalam mengatur keuangan terutama tentang proporsi alokasi dana dan tentang menghemat listrik. Mungkin setelah ini saya akan lebih banyak membaca artikel tentang investasi. Karena bagaimana pun, investasi adalah hal yang penting untuk masa depan. Buat teman-teman yang juga tertarik belajar cara mengatur keuangan atau ingin mendapatkan informasi lainnya tentang keuangan, bisa mampir ke MoneySmart, siapa tau dapat inspirasi seperti saya. :)

0 komentar: